"Kalau misalkan suka memperhatikan marketplace, sebenarnya kalau dibandingkan dari, contoh Desember tahun lalu, terus kemudian di beberapa bulan belakangan ini, itu bisa dilihat sebenarnya peningkatannya lebih dari 10%," jelas Matius.

Fenomena penyesuaian harga ini diklaim terjadi pada seluruh merek di pasar digital. Kebijakan biaya administrasi yang diterapkan oleh pengelola lokapasar seperti Tokopedia dan Shopee menjadi pemicunya.

"Itu bisa dilihat di semua brand terjadi, kayak e-commerce Tokopedia, Shopee, apalagi platform juga memberikan fee lebih tinggi lagi," imbuh Matius.

Penjualan Tetap Positif dan Harapan pada Pemerintah

Perusahaan melaporkan volume penjualan laptop Acer masih mencatatkan performa positif. Hal ini terjadi meski berada di bawah tekanan inflasi biaya komponen dan distribusi.

Acer Indonesia mengharapkan adanya intervensi regulasi dari pemerintah. Tujuannya menjaga stabilitas daya beli masyarakat menjelang periode tahun ajaran baru sekolah.

"Kita terus berharap kalau misalkan pemerintah Indonesia itu punya improvement lah, sehingga daya beli masyarakat ini tidak menurun ke depannya.

>>> iQOO Pad 6 Pro Resmi Meluncur, Bawa Chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5

Karena sebentar lagi back to school, kemudian nanti kita juga ada promo-promo yang lebih menarik, biar semuanya itu bisa sukses," pungkas Matius.