Serat memperbesar volume tinja, mempercepat pembuangan, dan mengurangi paparan dinding usus terhadap senyawa penyebab kanker. Serat juga difermentasi menjadi asam lemak rantai pendek yang menjaga kesehatan sel usus.

Contoh: roti gandum utuh, pasta gandum utuh, nasi merah atau hitam, oat, barley, quinoa, farro.

3. Daging Rendah Lemak

Protein rendah lemak memberikan perlindungan lebih. Ikan segar mengandung vitamin D, kalsium, dan omega-3 anti-inflamasi.

Studi menunjukkan wanita yang makan tiga porsi ikan per minggu menurunkan risiko polip usus hingga 33%.

Hindari atau batasi daging merah (sapi, kambing, babi) dan daging olahan (sosis, ham, hot dog, kornet). Pilihan baik: dada ayam tanpa kulit, kalkun, salmon, tuna, sarden, herring, mackerel.

4. Produk Susu Rendah Lemak

Kalsium dalam produk susu terbukti menurunkan risiko kanker kolorektal. Kalsium membantu mengikat asam di usus, mengurangi potensi pertumbuhan sel kanker, dan membantu tubuh menghancurkan sel kanker.

Pilihan: susu tanpa lemak atau 1%, yogurt plain rendah lemak, keju rendah lemak, es krim rendah lemak, susu evaporasi bebas lemak, cottage cheese rendah lemak.

5. Kacang-Kacangan (Legum)

Kacang-kacangan kaya protein nabati, serat, vitamin B, dan vitamin E. Seratnya mengurangi dampak karsinogen dan mendukung mikrobioma usus sehat.

Jenis: kacang hitam, kacang merah, lentil, kacang pinto, kedelai.

6. Kacang-Kacangan Kering (Nuts)

Kacang mengandung lemak sehat, serat, antioksidan, dan vitamin yang membantu mencegah diabetes tipe 2 dan kanker usus besar.

Efek anti-inflamasi mendukung kesehatan usus. Jenis tree nuts: almond, mete, hazelnut, macadamia, pecan, pistachio.

>>> Harvard Setop Bagi-Bagi Nilai A ke Mahasiswa, Ada Apa?

Artikel ini bersifat informatif dan tidak menggantikan konsultasi medis profesional.