Kasus kanker kolorektal atau kanker usus besar semakin sering ditemukan pada generasi muda.

Dokter di Yale Medicine mendesak orang di bawah 45 tahun untuk segera konsultasi jika mengalami gejala seperti sembelit, pendarahan rektal, atau perubahan pola buang air besar.

>>> Insurance Class di Jogja Financial Festival 2026: Kunci Muda Kaya Raya, Tua Sejahtera

Dr. Haddon Pantel, ahli bedah kolorektal Yale Medicine, mengatakan bahwa mereka kini lebih sering menangani pasien muda.

Salah satu contohnya adalah pria berusia 30-an yang mengira pendarahan rektalnya akibat wasir.

Dalam satu minggu, dari tujuh pasien yang didiagnosis kanker rektal, semuanya masih muda dengan pasien tertua berusia 35 tahun.

Pasien termuda dalam beberapa bulan terakhir bahkan baru berusia 18 tahun.

Meski kanker kolorektal lebih umum pada usia di atas 50 tahun, angka kejadiannya justru menurun di kelompok itu.

Sebaliknya, insiden pada usia di bawah 50 tahun meningkat dan sering ditemukan dalam stadium lanjut.

Diagnosis kanker kolorektal bisa menjadi cobaan berat bagi Generasi Z, Milenial, dan Generasi X karena dapat mengganggu karier dan finansial.

Dr. Reddy menegaskan tren ini terus berlangsung dan bukan fenomena sementara.

Penyebab Meningkatnya Kasus pada Usia Muda

Penyebab pasti masih diteliti, namun perubahan pola makan modern, obesitas, kurang aktivitas fisik, dan perubahan mikrobioma usus diduga berperan.

Faktor risiko lain termasuk gaya hidup sedentari, kelebihan berat badan, merokok, konsumsi alkohol berlebihan, serta pola makan rendah serat dan tinggi lemak atau daging olahan.

Riwayat keluarga dengan kanker kolorektal atau polip, serta penyakit radang usus juga meningkatkan risiko.

Meski faktor genetik seperti Sindrom Lynch berperan, banyak pasien muda tidak memiliki riwayat atau mutasi genetik yang jelas.