Eduardo Camavinga memilih untuk tetap setia bersama Real Madrid. Ia tidak goyah meski diterpa rumor kepindahan yang kian deras.

Gelandang muda berusia 23 tahun itu dikabarkan masuk dalam daftar jual Los Blancos. Real Madrid bahkan telah menetapkan nilai pasar sang pemain di angka 70 juta euro.

>>> Alvaro Arbeloa: Lebih Mudah Juara Liga Champions daripada La Liga

Performa Inkonsisten dan Cedera

Perjalanan Camavinga sepanjang musim 2025/2026 menghadapi jalan terjal. Inkonsistensi performa dan cedera yang berulang membuat kontribusinya terhambat.

Pada awal musim, ia melewatkan empat pertandingan pertama akibat cedera pergelangan kaki. Setelah pulih, cedera kembali datang pada Desember lalu.

Masalah kebugaran terus berlanjut di era kepelatihan Alvaro Arbeloa. Camavinga sempat harus menepi karena infeksi gigi.

Absennya sang gelandang dalam beberapa momentum penting dimanfaatkan pemain muda lain. Posisinya dalam hierarki pemain utama perlahan tergeser.

Momen Pahit Lawan Bayern Munich

Situasi sulit Camavinga mencapai puncak saat Real Madrid menghadapi Bayern Munich di leg kedua perempat final Liga Champions pada 16 April.

Ia menerima kartu merah pada menit ke-86 akibat tekel keras terhadap Jamal Musiala.

>>> Stasiun TV Siarkan 12 Pertandingan Sepak Bola Internasional Hari Ini

Hukuman itu meninggalkan kekecewaan mendalam. Berdasarkan laporan Marca, Camavinga bahkan sempat meneteskan air mata di ruang ganti setelah laga usai.

Pada pertandingan krusial tersebut, ia tidak masuk dalam susunan pemain awal. Tim pelatih memilih opsi lain meskipun Aurelien Tchouameni absen karena skorsing.

Ketertarikan Klub Besar Eropa

Kabar potensi penjualan Camavinga menarik perhatian sejumlah klub papan atas Eropa. Liverpool menjadi salah satu tim yang sudah lama memantau situasinya.

Paris Saint-Germain juga disebut menaruh minat serupa. Namun, The Reds dinilai memimpin perburuan karena membutuhkan profil gelandang fleksibel.

Meski begitu, Camavinga memilih fokus bangkit bersama Real Madrid. Kontrak jangka panjang yang masih mengikatnya hingga 30 Juni 2029 menjadi modal utama.

>>> Borneo FC vs Malut United: Laga Penentu Juara Super League

Ia optimistis bisa membalikkan situasi kurang menguntungkan yang dihadapinya saat ini. Camavinga tetap percaya diri mampu merebut kembali posisi penting di bawah asuhan pelatih.