Jika ada riwayat kanker dalam keluarga, dokter biasanya menyarankan skrining kolonoskopi sejak usia 40 tahun, atau 10 tahun lebih awal dari usia anggota keluarga saat didiagnosis.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Gejala kanker kolorektal meliputi perubahan kebiasaan buang air besar (diare atau sembelit), rasa tidak tuntas setelah BAB, darah pada tinja (merah terang atau kehitaman), penurunan berat badan tanpa sebab, sakit perut atau kram, serta kelelahan berkepanjangan.

Namun, tidak semua orang mengalami gejala. Segera konsultasi ke dokter, terutama jika ada riwayat keluarga.

Pola Makan untuk Menurunkan Risiko

Ahli gizi klinis Cleveland Clinic, Zumpano, menyarankan untuk memilih makanan berbasis nabati dan sumber protein rendah lemak. Berikut enam jenis makanan yang dapat membantu menurunkan risiko kanker kolorektal.

>>> Polisi Temukan Kokain Rp137 M di Produk Skims Milik Kim Kardashian

1. Buah dan Sayuran Utuh

Buah segar dan sayuran non-tepung kaya vitamin, mineral, serat, dan antioksidan. Pola makan tinggi serat membantu pembuangan limbah, menjaga keseimbangan mikrobioma usus, dan meningkatkan asupan nutrisi penting.

Contoh buah: apel, pisang, beri, melon, mangga, jeruk, pir. Sayuran: brokoli, wortel, kol, kembang kol, timun, bayam, tomat, kale, selada, bawang, artichoke, seledri.

Konsumsi buah utuh, bukan olahan. Batasi sayuran tinggi pati seperti kentang, jagung, dan kacang polong.

Penelitian menunjukkan diet tinggi buah dan sayuran dapat menurunkan tingkat kematian akibat kanker usus besar, ujar Dr. Salina Lee dari Rush University Medical Center.

2. Biji-bijian Utuh

Biji-bijian utuh kaya serat, vitamin B, vitamin E, zat besi, seng, magnesium, dan antioksidan. Serat dari biji-bijian utuh memberikan perlindungan terbaik terhadap kanker usus besar.