Harvard Setop Bagi-Bagi Nilai A ke Mahasiswa, Ada Apa?
Harvard University akan membatasi jumlah mahasiswa yang bisa memperoleh nilai A. Pembatasan ini disebut sebagai upaya menekan inflasi nilai yang dinilai semakin parah dalam beberapa dekade terakhir.
Kebijakan baru itu disetujui fakultas Harvard College dan akan mulai berlaku pada musim gugur 2027.
>>> Rahasia Diet Model Victoria's Secret: Makanan Ini Wajib Dihindari
Dalam aturan tersebut, jumlah mahasiswa yang mendapatkan nilai A di setiap kelas akan dibatasi maksimal 24 orang dari 100 mahasiswa melalui formula "20 plus four".
Keputusan ini muncul setelah laporan internal pada Oktober 2025 menyebut sistem penilaian di Harvard gagal menjalankan fungsi utama penilaian akademik.
Laporan setebal 25 halaman itu menemukan lebih dari 60% nilai mahasiswa Harvard meraih A.
Angka tersebut melonjak tajam dibanding dua dekade lalu di mana hanya ada 25% mahasiswa yang mendapat A.
Pihak kampus menilai kondisi tersebut membuat kualitas akademik dan makna nilai tertinggi menjadi menurun.
Dekan Pendidikan Sarjana Harvard, Amanda Claybaugh mengatakan, reformasi diperlukan untuk mengembalikan integritas sistem penilaian.
"Inflasi nilai A membuat kami perlu melakukan reformasi untuk mengembalikan budaya akademik Harvard seperti sebelumnya," ujarnya dikutip dari Guardian, Kamis (21/5/2026).
Dalam pemungutan suara, fakultas Harvard menyetujui kebijakan pembatasan nilai A dengan hasil 458 suara mendukung dan 201 menolak.
>>> 9 Benda Pembawa Sial yang Sebaiknya Tidak Disimpan di Rumah
Selain itu, Harvard juga akan menggunakan sistem persentil rata-rata dibanding GPA untuk menentukan penghargaan internal dan gelar kehormatan mahasiswa.
Namun, usulan lain yang memungkinkan beberapa mata kuliah keluar dari aturan pembatasan nilai A akhirnya ditolak.
Kebijakan ini menuai penolakan cukup besar dari mahasiswa. Survei Februari 2026 menunjukkan hampir 85% mahasiswa tidak setuju dengan rencana tersebut.
Sejumlah dosen juga menyampaikan kekhawatiran bahwa pembatasan nilai dapat meningkatkan persaingan antarmahasiswa, mengurangi keberanian mengambil tantangan akademik, hingga membatasi kebebasan pengajar dalam memberi penilaian.
Meski begitu, Amanda Claybaugh menyebut keputusan ini sebagai langkah penting untuk memperbaiki sistem penilaian Harvard.
Menurutnya, nilai A di Harvard seharusnya kembali menjadi simbol pencapaian akademik luar biasa.
"Nilai A Harvard harus kembali mencerminkan prestasi istimewa seperti yang selama ini tercantum dalam pedoman akademik kampus," tulis tim penyusun kebijakan tersebut.
>>> Bethsaida Hospital Luncurkan MRI 3T Berbasis AI untuk Deteksi Penyakit Lebih Akurat
Pihak Harvard juga berharap langkah ini dapat mendorong universitas lain untuk mengevaluasi sistem penilaian mereka masing-masing.
Update Terbaru
Apakah Film Korea Colony (2026) Bakal Lanjut Season 2?
Kamis / 21-05-2026, 20:04 WIB
Prabowo Dorong Elektrifikasi, Tantangan Izin Merek Jadi Sorotan
Kamis / 21-05-2026, 19:58 WIB
10 Negara Paling Rajin Ibadah di Dunia, Indonesia Nomor Berapa?
Kamis / 21-05-2026, 19:58 WIB
Eduardo Camavinga Pilih Bertahan di Real Madrid walau Terancam Dijual
Kamis / 21-05-2026, 19:58 WIB
Moeldoko Kritik Inkonsistensi Insentif Kendaraan Listrik Pemerintah
Kamis / 21-05-2026, 19:58 WIB
Astra UD Trucks Luncurkan Program Desa Sejahtera di Bogor
Kamis / 21-05-2026, 19:53 WIB
Seo In Guk dan Park Ji Hyun Bintangi Drakor Romantis See You at Work Tomorrow
Kamis / 21-05-2026, 19:53 WIB
Alvaro Arbeloa: Lebih Mudah Juara Liga Champions daripada La Liga
Kamis / 21-05-2026, 19:53 WIB
PT ADM Catat Pemesanan Daihatsu Rocky Hybrid Tembus 750 Unit
Kamis / 21-05-2026, 19:53 WIB
Vivo Y600 Turbo Debut 25 Mei, Vivo Y500 Bersiap ke Indonesia
Kamis / 21-05-2026, 19:53 WIB
Review Acer Predator Triton 300 SE: Laptop Gaming Tipis dengan Performa Tinggi
Kamis / 21-05-2026, 19:49 WIB
Stasiun TV Siarkan 12 Pertandingan Sepak Bola Internasional Hari Ini
Kamis / 21-05-2026, 19:48 WIB
Aptrindo Desak Insentif Truk Listrik untuk Percepatan Logistik Hijau
Kamis / 21-05-2026, 19:48 WIB






