Kurikulum Berbasis Cinta Dorong Pembelajaran Humanis di Madrasah
Kementerian Agama memperkenalkan pendekatan baru dalam dunia pendidikan melalui Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Skema ini mulai banyak diperhatikan kalangan guru karena menekankan sisi kemanusiaan dalam proses belajar.
Panduan resmi kurikulum tersebut kini menjadi rujukan penting bagi tenaga pendidik. Dokumen itu memuat konsep hingga langkah penerapan di kelas secara rinci.
Konsep Pendidikan Berbasis Nilai Empati
Kurikulum Berbasis Cinta dirancang dengan fokus pada nilai empati, kasih sayang, serta pembentukan karakter peserta didik. Proses belajar tidak lagi terbatas pada penyampaian materi akademik.
Dalam praktiknya, guru didorong menanamkan nilai sosial seperti toleransi dan kepedulian. Pendekatan ini juga memberi ruang pada pengalaman belajar yang lebih kontekstual.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 6077 Tahun 2025 yang diterbitkan pada 22 Juli 2025.
Latar Belakang Kebijakan
Penerapan kurikulum ini berangkat dari kondisi sosial yang menjadi perhatian. Kasus perundungan, konflik, hingga kekerasan di lingkungan pendidikan dinilai semakin meningkat.
Kondisi tersebut mendorong lahirnya pendekatan yang tidak hanya menekankan capaian akademik, tetapi juga keseimbangan emosional dan sosial siswa.
Lima Nilai Utama Panca Cinta
KBC mengusung konsep Panca Cinta sebagai fondasi pembelajaran. Nilai-nilai ini menjadi arah dalam setiap kegiatan belajar mengajar.
- Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya
- Cinta terhadap ilmu pengetahuan
- Cinta terhadap lingkungan
- Cinta kepada diri sendiri dan sesama
- Cinta kepada tanah air
Penerapan nilai tersebut dilakukan secara bertahap, menyesuaikan konteks pembelajaran di kelas.
Penerapan di Berbagai Jenjang
Metode implementasi KBC disesuaikan dengan usia dan tingkat pendidikan. Pada jenjang RA atau PAUD, pembelajaran lebih banyak dilakukan melalui permainan dan pembiasaan.
Sementara itu, di tingkat yang lebih tinggi, pendekatan reflektif dan pengalaman langsung menjadi pilihan utama. Interaksi guru dengan siswa juga diarahkan lebih empatik dalam keseharian.
Update Terbaru
Xiaomi 17T vs Nothing Phone 4a Pro: Persaingan Sengit di Kelas Menengah Atas
Sabtu / 13-06-2026, 02:32 WIB
Adhyaksa FC Pindahkan Kandang ke Stadion Tuah Pahoe Palangka Raya
Sabtu / 13-06-2026, 02:32 WIB
Alvin Bahar Targetkan Juara Nasional Kelima di Mandalika Festival of Speed 2026
Sabtu / 13-06-2026, 02:28 WIB
Kanada Hadapi Bosnia di Piala Dunia Tanpa Alphonso Davies
Sabtu / 13-06-2026, 02:27 WIB
California Uji Coba Jalan Tol Pintar Pertama, Algoritma Atur Kecepatan
Sabtu / 13-06-2026, 02:24 WIB
Bocoran Nothing Ear 3a Muncul di Database Indonesia, Hadir dengan Warna Pink Baru
Sabtu / 13-06-2026, 02:12 WIB
Rodri Maafkan Tekel Keras Gavi di Latihan Timnas Spanyol
Sabtu / 13-06-2026, 02:12 WIB
Liam Millar Siap Perkuat Kanada di Laga Pembuka Piala Dunia 2026
Sabtu / 13-06-2026, 02:01 WIB
Jesse Marsch Beri Kabar Terbaru Cedera Alphonso Davies Jelang Piala Dunia 2026
Sabtu / 13-06-2026, 01:56 WIB
Jesse Marsch Coret Alphonso Davies dari Laga Pembuka Kanada
Sabtu / 13-06-2026, 01:52 WIB
Kanada Hadapi Bosnia-Herzegovina di Piala Dunia 2026 Tanpa Alphonso Davies
Sabtu / 13-06-2026, 01:48 WIB
Peugeot e-208 GTi Resmi Meluncur, Performa Listrik dengan Harga di Bawah €43.000
Sabtu / 13-06-2026, 01:45 WIB
Pegolf Thailand Juara Mandiri Ciputra Golfpreneur Junior World Championship 2026
Sabtu / 13-06-2026, 01:45 WIB
Edin Dzeko Pimpin Bosnia di Piala Dunia 2026, Usia 40 Tahun Jadi Inspirasi
Sabtu / 13-06-2026, 01:44 WIB






