Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Bengkalis mengintensifkan perekaman Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) bagi pelajar di sekolah pada Mei 2026.

Langkah ini bertujuan mempercepat kepemilikan identitas resmi bagi pemilih pemula.

>>> Ibunda Fedi Nuril Meninggal Dunia Akibat Penyakit Paru-Paru

Disdukcapil Tapanuli Utara menggelar perekaman dan pencetakan KTP-el untuk siswa SMUN 1 Garoga di wilayah terpencil pada Selasa, 19 Mei 2026.

Program Jemput Bola di bawah kepemimpinan Bupati Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat ini menghemat biaya transportasi siswa.

Inovasi ini mempercepat jangkauan pelayanan bagi masyarakat muda di lingkungan sekolah. Para pelajar tidak perlu mengantre di kantor dinas.

"Kepemilikan KTP-el sangat penting dan mendasar bagi pelajar untuk berbagai keperluan, seperti pendaftaran ujian, pengurusan beasiswa, akses layanan kesehatan BPJS, serta urusan pelayanan publik lainnya," ujar Romusa Simanungkalit, Plt Kepala Disdukcapil Kabupaten Tapanuli Utara.

Pihak dinas berkomitmen melanjutkan penjangkauan ke sekolah lain demi pemenuhan hak dokumen warga yang memenuhi syarat usia.

Sementara itu, Disdukcapil Kabupaten Bengkalis melaksanakan perekaman data biometrik terhadap 114 siswa di SMAN 1 Bantan pada Selasa, 12 Mei 2026.

Program Jebol Master Go To School ini menghimpun data iris mata, sidik jari, dan pasfoto siswa usia 16 tahun ke atas.

>>> Gorontalo Larang Perdagangan Daging Anjing dan Kucing untuk Kendalikan Rabies

Plt. Kepala Disdukcapil Kabupaten Bengkalis, Syahruddin, menjelaskan kehadiran petugas di sekolah menjadi komitmen pelayanan publik yang cepat.

Dokumen akan langsung dicetak saat siswa menginjak usia 17 tahun.

"Melalui program jemput bola ini Disdukcapil ingin memastikan para pelajar mendapatkan kemudahan pelayanan administrasi kependudukan sejak dini sehingga saat memasuki usia wajib memiliki KTP-el, dokumen tersebut dapat segera diterbitkan," ucap Syahruddin.