Honda Alami Kerugian Besar untuk Pertama Kali dalam 70 Tahun
Untuk pertama kalinya dalam 70 tahun, Honda mencatat kerugian bersih yang signifikan. Perusahaan otomotif asal Jepang ini menjadi korban perubahan kebijakan mobil listrik di Amerika Serikat.
Pemerintahan Donald Trump mengubah aturan emisi dan menghentikan insentif pajak bagi konsumen. Akibatnya, penjualan mobil listrik anjlok dan produsen terpaksa menyesuaikan strategi.
>>> Polri Larang Pelat Nomor di Dashboard, Siap-siap Kena Tilang
Dampak Perubahan Kebijakan AS
Banyak perusahaan otomotif sebelumnya berinvestasi miliaran dolar untuk pengembangan kendaraan listrik. Mereka mengantisipasi aturan emisi yang lebih ketat di AS.
Namun, pemerintahan Trump membatalkan aturan tersebut dan menghapus denda finansial besar. Produsen kemudian kembali fokus pada penjualan truk dan SUV bensin berukuran besar.
Pergeseran ini menyebabkan kerugian besar karena penyusutan nilai investasi di bidang kendaraan listrik. Honda menjadi salah satu yang paling terdampak.
Honda melaporkan penurunan laba sebesar 1,6 triliun yen atau hampir USD 10 miliar pada tahun fiskal lalu.
Padahal, perusahaan berpotensi meraup laba USD 7,4 miliar.
Perusahaan justru mencatatkan kerugian bersih sebesar 403,3 miliar yen, setara Rp 45 triliun.
>>> BPA Kejaksaan Agung Gelar Lelang Ratusan Aset Rampasan Negara
Ini merupakan catatan kelam bagi Honda yang selama 70 tahun tidak pernah rugi sebesar ini.
Pembatalan Target Mobil Listrik
CEO Honda Toshihiro Mibe mengumumkan pembatalan target penjualan mobil listrik. Sebelumnya, Honda menargetkan mobil listrik menyumbang seperlima penjualan pada 2030.
Mibe juga menyebut Honda membatalkan target seluruh kendaraan menjadi EV pada 2040. Perusahaan memperkirakan kerugian terkait EV mencapai 512 miliar yen pada tahun fiskal berikutnya hingga Maret 2027.
Kepala analisis keuangan di AJ Bell, Danni Hewson, mengatakan ini adalah tonggak sejarah suram bagi Honda.
Namun, hal itu tidak mengejutkan karena banyak produsen mobil konvensional bertaruh pada peralihan ke kendaraan listrik dan kalah saat dunia berubah.
Kerugian ini terjadi karena Honda harus melakukan penyusutan nilai atas investasi di bidang kendaraan listrik.
>>> Review Modifikasi Toyota Kijang Krista Monster Off-Road Ekstrem
Perubahan kebijakan di AS membuat permintaan mobil listrik menurun drastis, sementara kenaikan harga BBM tidak cukup mendorong konsumen beralih ke kendaraan listrik.
Update Terbaru
Chery Tunggu Regulasi Resmi Soal Insentif Mobil Listrik Baterai Nikel
Rabu / 20-05-2026, 20:53 WIB
Gusmawati Nuril Sakit Apa? Benarkah Akibat Gangguan Paru-Paru? Berikut Kronologi Kematian Ibunda Fedi Nuril
Rabu / 20-05-2026, 20:51 WIB
Mnet Umumkan Lineup Resmi Acara Dance Battle Usai Kontroversi Teaser
Rabu / 20-05-2026, 20:49 WIB
Valas Ramai Diburu Saat Rupiah Tembus Rp17.654, Ini Pengertian dan Fungsinya
Rabu / 20-05-2026, 20:47 WIB
Google Luncurkan Antigravity 2.0 Berbasis Agen untuk Saingi Kompetitor
Rabu / 20-05-2026, 20:43 WIB
Nikita Willy Deg-degan Usai Issa Pulang 'Boys Time' Bawa Kosakata Baru
Rabu / 20-05-2026, 20:33 WIB
BYD Pamerkan Seal 6 DM, Sedan Plug-in Hybrid Terbaru di Indonesia
Rabu / 20-05-2026, 20:28 WIB
Valentino Rossi Puji Kemenangan Dramatis Fabio Di Giannantonio di Catalunya
Rabu / 20-05-2026, 20:23 WIB
Hitztar Luncurkan Hitztar Talent untuk Bangun Ekosistem Kreator Digital
Rabu / 20-05-2026, 20:18 WIB
Profil Kie Sarawut Suami Minnie Phantira Aktris Thailand Lengkap dari Umur, Agama dan IG
Rabu / 20-05-2026, 20:14 WIB
Edifier Luncurkan Headphone Auro Ace dengan Layar Lirik Lagu
Rabu / 20-05-2026, 20:13 WIB
BYD M6 DM Resmi Meluncur, Siap Saingi Wuling Darion PHEV di Segmen MPV Elektrifikasi
Rabu / 20-05-2026, 20:08 WIB
IU dan Byeon Woo Seok Minta Maaf Usai Perfect Crown Dituding Distorsi Sejarah Korea
Rabu / 20-05-2026, 20:02 WIB






