PT Chery Group Indonesia mengambil langkah antisipatif dengan memantau perumusan regulasi final pemerintah terkait rencana pemberian insentif yang lebih besar bagi mobil listrik berbasis baterai nikel.

Sikap kehati-hatian produsen otomotif asal China ini muncul setelah adanya pengumuman kebijakan baru mengenai pembedaan skema subsidi kendaraan listrik berdasarkan jenis bahan baku baterai yang digunakan.

>>> Volvo EX90 Resmi Hadir dengan Jangkauan Jauh dan Fitur Keselamatan Terbaru

Pihak manajemen perusahaan menegaskan bahwa proses analisis internal saat ini sedang berjalan sembari menunggu keputusan berkekuatan hukum tetap dari pembuat kebijakan.

Tanggapan Chery

"Kita belum ada aturan fix. Masih belum punya aturan fix.

Kita juga masih follow up, looking closely, kalau tim kita juga masih analisis," ujar Zeng Shuo, President Director Chery Group Indonesia.

Zeng Shuo menambahkan bahwa fluktuasi informasi yang ada saat ini membuat perusahaan harus tetap bersikap waspada sebelum mengambil langkah strategis berikutnya.

"Tapi sekarang masih belum kabar ada fix, jadi kita masih tunggu update juga," tambah dia.

Evaluasi menyeluruh baru akan dilakukan oleh internal produsen setelah kementerian terkait merilis detail formula perhitungan insentif tersebut secara transparan.

"Nanti harusnya ada informasi lebih resmi dan lebih jelas, kita baru bisa membahas untuk hal ini," kata Zeng Shuo.

Penjelasan Pemerintah

Kementerian Keuangan menjelaskan bahwa formulasi kebijakan baru ini sengaja dirancang demi mengoptimalkan penyerapan komoditas nikel domestik hasil hilirisasi.

>>> BYD Tahan Harga Mobil Listrik di Indonesia Meski Biaya Produksi Naik

"Itu untuk yang utamanya EV. Bukan hybrid.

Jadi yang baterainya berdasarkan nikel dan non-nikel akan berbeda skemanya. Tapi yang itu nanti (dijelaskan) Menteri Perindustrian," ujar Menkeu Purbaya.