Sony menjalin kerja sama dengan Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) untuk mengembangkan sensor kamera generasi baru yang lebih hemat energi.

Langkah ini diumumkan pada awal Mei 2026.

>>> Sinopsis Resident Evil Welcome to Raccoon City Bioskop Trans TV 19 Mei

Awalnya, kedua perusahaan tidak merinci jenis perangkat yang akan menggunakan komponen baru tersebut. Namun, Sony kemudian mengonfirmasi bahwa sensor ini ditujukan untuk kamera smartphone.

"Kemitraan ini mencakup sensor gambar generasi berikutnya, dimulai dari aplikasi untuk kamera smartphone," kata perwakilan Sony kepada Android Authority.

Selain ponsel, kerja sama ini akan diperluas ke pengembangan kecerdasan buatan (AI) fisik di bidang robotika dan otomotif.

Pembagian Tugas dan Manfaat

Selama ini, Sony merancang dan memproduksi sensor kamera secara mandiri di Jepang. Melalui kolaborasi ini, Sony mulai memanfaatkan teknologi fabrikasi chip TSMC yang lebih modern.

Dalam pembagian tugas, Sony fokus pada desain dan teknologi sensor, sementara TSMC mendukung proses manufaktur dengan teknologi canggih mereka.

"Joint venture ini menjadi kerangka untuk memperluas opsi investasi dan pengembangan dengan menggabungkan teknologi desain sensor Sony dan teknologi manufaktur canggih milik TSMC," jelas Sony.

>>> Serangan API Berbasis AI Marak, Perusahaan Asia Pasifik Rugi Rp 17 Miliar Per Insiden

Kemampuan manufaktur TSMC dikenal menghasilkan komponen yang efisien. Teknologi produksi chip terbaru dari TSMC diproyeksikan dapat menekan konsumsi daya sensor kamera.

Dampaknya, kamera smartphone di masa depan bisa lebih hemat energi meskipun digunakan untuk merekam video atau memotret dalam waktu lama.

Mengurangi Panas Berlebih

Selain menghemat baterai, sensor hasil kolaborasi ini diyakini mampu mengurangi masalah panas berlebih atau overheating. Suhu tinggi sering menurunkan performa kamera ponsel, terutama saat merekam video resolusi tinggi.

Jika suhu perangkat dapat ditekan, smartphone bisa terhindar dari frame drop sehingga perekaman video kualitas tinggi berjalan lebih stabil.

Meski kerja sama ini telah resmi diumumkan, jadwal rilis sensor kamera smartphone perdana dari Sony dan TSMC belum diungkap ke publik.

Penggunaan sensor kamera secara intensif, terutama saat memproses gambar real-time beresolusi tinggi, memerlukan pasokan daya yang besar dari ponsel.

>>> X Batasi Unggahan Pengguna Tanpa Centang Biru

Aktivitas mengambil foto dan merekam video merupakan salah satu faktor utama yang membuat daya baterai smartphone cepat habis.