Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan platform digital bernama Kawal Haji. Aplikasi ini dirancang untuk memudahkan jemaah haji Indonesia melaporkan kendala operasional selama di Tanah Suci.

Layanan ini memungkinkan pelaporan cepat dan terpadu. Jemaah dapat menyampaikan masalah terkait logistik, kesehatan, dan fasilitas lainnya.

>>> Google Maps Sulit Dibuka? Kenali Faktor Pemicu dan Trik Mengatasinya

Pelaksana Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) KJRI Jeddah, Ali Sadikin, menjelaskan bahwa platform ini mencakup berbagai kategori layanan.

Jemaah bisa melaporkan masalah konsumsi, akomodasi, transportasi, orang hilang, barang hilang, informasi kesehatan, bimbingan ibadah, dan hal lain terkait operasional haji.

Kawal Haji menggunakan konsep crowdsourcing untuk menjamin transparansi. Komunikasi berlangsung dua arah tanpa penyaringan admin, sehingga informasi tersampaikan langsung.

“Sistemnya transparan. Semua orang bisa melapor dan menanggapi.

Jadi, tidak hanya petugas yang bisa menjawab, jemaah yang memiliki informasi valid dan sangat membantu bagi jemaah lain juga bisa memberikan informasi di situ,” ujar Ali Sadikin.

Efisiensi koordinasi antarpetugas menjadi fokus utama. Setiap aduan segera ditindaklanjuti oleh pihak yang berkompeten.

>>> 2 Cara Mengirim Pesan Kosong di WA dengan Mudah

Jika kendala di luar wewenang petugas tertentu, sistem meneruskan laporan secara otomatis kepada pihak berwenang lainnya.

Kawal Haji dikembangkan dengan teknologi Progressive Web Application (PWA). Sistem berbasis browser ini tidak membebani memori perangkat dan tidak mewajibkan pengguna mengunduh aplikasi dari toko resmi.

Dengan platform ini, jemaah haji Indonesia diharapkan mendapat penanganan lebih cepat dan terkoordinasi. Kemenag terus berupaya meningkatkan kualitas layanan melalui digitalisasi.

Platform ini mencakup berbagai kategori layanan operasional haji. Jemaah diberikan ruang untuk mengadukan masalah secara spesifik terkait fasilitas yang mereka terima.

Pemanfaatan teknologi ini juga mengedepankan prinsip transparansi dengan menggunakan konsep crowdsourcing.

>>> Klaim Saldo DANA Kaget Rp205.000 via Link Terbaru 5 Mei 2026

Melalui mekanisme tersebut, komunikasi dapat berlangsung dua arah tanpa adanya penyaringan dari admin sehingga informasi tersampaikan secara langsung.