Platform streaming langsung Kick mengumumkan pencapaian 100 juta pengguna pada Sabtu (13/4/2026). Pencapaian ini diraih tiga tahun setelah platform diluncurkan pada 2022.

Pendiri Kick, Bijan Tehrani, mengungkapkan rencana restrukturisasi platform. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kekurangan infrastruktur awal.

>>> Kemenag Luncurkan Aplikasi Belanja Haji dan Umrah untuk Jemaah

Kick muncul sebagai solusi atas kritik terhadap pesaingnya, Twitch. Platform ini menawarkan kebebasan kreatif lebih besar bagi pembuat konten dan pembagian pendapatan yang menarik.

Model bisnis tersebut berhasil menarik perhatian banyak kreator konten ternama. Mereka berkontribusi pada pertumbuhan pesat platform.

Bijan Tehrani mengakui bahwa pencapaian 100 juta pengguna menggembirakan. Namun, platform tersebut belum memenuhi ekspektasi.

Tehrani melalui media sosial X menyatakan bahwa Kick masih berstatus beta karena peluncuran yang terburu-buru. Ia juga menyoroti kekurangan pada sistem pembelian dan keandalan streaming.

Tehrani menjelaskan bahwa Kick telah direstrukturisasi secara diam-diam. Platform akan memasuki fase baru.

Ia mengakui bahwa "aplikasi Kick jelek". Namun, aplikasi sedang dalam proses pembangunan ulang sepenuhnya.

>>> BPJS Ketenagakerjaan Percepat Cek Saldo JHT Melalui Aplikasi JMO

Keputusan penghentian kontrak berbayar tinggi diambil. Menurut Tehrani, kontrak tersebut tidak memberikan pertumbuhan jangka panjang dan hanya mengorbankan kualitas konten.

Langkah ini memungkinkan Kick untuk berinvestasi dalam mitra melalui clipping dan KPP. Selain itu, ribuan akun dinonaktifkan dari program KPP karena viewbotting.

Puluhan juta akun palsu juga telah dihapus. Mengenai masa depan platform, Tehrani berencana mengembangkan kreator sejati.

Ia ingin kreator tidak perlu bersaing dengan bot atau bergantung pada favoritisme staf. Tehrani juga mengumumkan peluncuran algoritma V1.

Algoritma ini diklaim akan menjadikan Kick sebagai platform streaming terdepan dalam hal keterlibatan dan penemuan yang otentik. Terakhir, pengiklanan akan diimplementasikan di platform.

>>> Kemenhaj Luncurkan Aplikasi Haji Store, Jemaah Bisa Beli Oleh-Oleh Tanpa Repot

Pengguna mungkin belum menyadarinya karena tidak mengganggu. Tehrani dan Eddie Craven telah menginvestasikan sekitar $1 miliar ke dalam platform.