Data Center di Georgia Sedot 30 Juta Galon Air Tanpa Terpantau Pemerintah
Manajemen QTS membantah tuduhan penyalahgunaan saluran air.
Perusahaan menegaskan telah melunasi seluruh kewajiban pembayaran setelah kekeliruan sistem penagihan teridentifikasi, serta mengklaim operasional berjalan sesuai regulasi.
Pihak QTS juga merujuk pada pernyataan resmi pejabat Fayette County terkait keluhan warga yang menuduh operasional pusat data memicu penurunan tekanan air publik.
>>> Survei Deloitte: Pekerja Muda Makin Masif Gunakan AI
Berdasarkan data pemda, masyarakat yang mengalami kendala tekanan air menggunakan sumur pribadi, sedangkan QTS tidak memanfaatkan air tanah atau sumur.
Pemerintah Fayette County kini memastikan akan memperketat pemantauan seluruh instalasi pipa air milik QTS.
Manajemen perusahaan memproyeksikan kebutuhan pasokan air untuk fasilitas tersebut akan menurun drastis setelah fase konstruksi selesai.
Tingginya Konsumsi Air di Industri AI
Insiden di Georgia ini kembali menyoroti tingginya konsumsi sumber daya oleh industri AI dan data center yang berkembang pesat di AS.
Infrastruktur pusat data membutuhkan ribuan server yang memicu suhu tinggi saat memproses data digital.
Kondisi operasional tersebut mengharuskan penggunaan sistem pendingin masif yang mengonsumsi air dalam volume besar. Namun, kebutuhan air untuk ekosistem kecerdasan buatan tidak hanya terpusat pada gedung data center.
Riset dari The Information menunjukkan bahwa konsumsi air tinggi juga terjadi di pabrik manufaktur semikonduktor serta pembangkit listrik yang menyuplai energi operasional AI.
Perusahaan teknologi air Xylem memproyeksikan kebutuhan air untuk mendukung AI akan melonjak lebih dari dua kali lipat dalam 25 tahun ke depan.
Data dari Xylem juga memetakan tantangan lingkungan global.
Lembaga tersebut melaporkan bahwa sekitar 40 persen data center global dan 29 persen pabrik chip dunia saat ini beroperasi di wilayah yang menghadapi tekanan krisis air tinggi.
Faktor keterbatasan personel juga menjadi pemicu kelalaian pemantauan rutin ini. Tigert menjelaskan bahwa pemda hanya memiliki satu staf yang bertugas sehingga kewalahan menangani banyak tanggung jawab.
Atas dasar pertimbangan tersebut, pemerintah daerah mengategorikan kelebihan pemakaian air oleh QTS sebagai kesalahan prosedural.
>>> SAP Investasi di n8n Saat Celah Keamanan Kritis Ditemukan
Otoritas setempat kemudian menetapkan tarif konstruksi yang lebih tinggi secara retroaktif kepada pihak perusahaan.
Update Terbaru
RMA Indonesia Kaji Rencana Perakitan Lokal Mobil Ford
Selasa / 19-05-2026, 04:48 WIB
Kemensos Sediakan Layanan Cek Desil Bansos Online Lewat HP
Selasa / 19-05-2026, 04:40 WIB
Asosiasi Otomotif Thailand Desak Kenaikan Pajak Mobil Listrik Impor China
Selasa / 19-05-2026, 04:39 WIB
Blogger Tiongkok Bongkar Paksa Baterai BYD Generasi Kedua
Selasa / 19-05-2026, 04:33 WIB
Lenovo Rilis ThinkPad P14s Gen 5 dengan RAM 96 GB untuk Profesional
Selasa / 19-05-2026, 04:28 WIB
Fosil Amfibi Purba Arenaerpeton supinatus Ditemukan di Australia
Selasa / 19-05-2026, 04:23 WIB
Google Play Store Disusupi Malware Pembuat Baterai HP Cepat Habis
Selasa / 19-05-2026, 04:18 WIB
Taeyang Rilis Album Studio Pertama dalam 9 Tahun, 'Quintessence'
Selasa / 19-05-2026, 04:13 WIB
Aplikasi Berbahaya Berhasil Menyusup ke Google Play Store
Selasa / 19-05-2026, 04:08 WIB
Jaecoo J5 EV Kuasai Pasar Mobil Listrik Rp 300 Jutaan
Selasa / 19-05-2026, 04:03 WIB
Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 20 – 24 Mei 2026
Selasa / 19-05-2026, 04:00 WIB
Xiaomi Batalkan Peluncuran HP Tipis Pesaing iPhone Air
Selasa / 19-05-2026, 03:58 WIB
Lawan Distopia Penuh Kesan dari ONE OK ROCK di Jakarta
Selasa / 19-05-2026, 03:53 WIB
Otospector Ingatkan Bahaya Modus Penipuan Harga Mobil Bekas Murah
Selasa / 19-05-2026, 03:48 WIB






