Kementerian Sosial (Kemensos) menghadirkan layanan pengecekan desil bansos secara online. Layanan ini bisa diakses melalui handphone menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) KTP.

Dengan layanan digital ini, masyarakat tidak perlu lagi datang ke kantor kelurahan atau dinas sosial. Proses pengecekan menjadi lebih cepat dan mandiri.

>>> Disdukcapil Padang Siagakan 1.750 Agen untuk Kawal Digital Bansos

Informasi desil menjadi indikator penting dalam menentukan kelayakan penerima bantuan sosial. Data ini memengaruhi akses terhadap program seperti PKH, BPNT, dan bantuan iuran BPJS Kesehatan.

Dua Cara Cek Desil Bansos Online

Kemensos menyediakan dua instrumen digital untuk mengecek desil. Masyarakat bisa menggunakan aplikasi mobile atau situs web resmi.

Pertama, melalui aplikasi Cek Bansos yang tersedia di Play Store dan App Store. Setelah diunduh, pengguna cukup memilih menu "Cek Bansos" dan memasukkan NIK KTP.

Kemudian tekan tombol "Cari Data".

Sistem akan menampilkan status penerima, jenis bantuan, dan kelompok desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Kedua, melalui situs resmi Kemensos. Hasil pencarian akan menyajikan informasi lengkap tentang status penerima manfaat, klasifikasi desil, dan program bansos yang diperoleh.

Memahami Arti Desil Bansos

Desil bansos adalah sistem pengelompokan kesejahteraan ekonomi masyarakat dalam 10 tingkatan. Semakin rendah angka desil, semakin rendah tingkat perekonomian seseorang.

Kelompok dengan desil kecil menjadi prioritas utama penyaluran bantuan sosial. Basis data ini bersumber dari DTSEN yang dikelola Kemensos dan BPS.

Pembaruan data dilakukan secara berkala untuk menjaga ketepatan sasaran. Kelompok desil 1-4 diprioritaskan untuk Program Keluarga Harapan (PKH).

Masyarakat pada desil 1-5 berpeluang memperoleh BPNT atau bantuan sembako. Mereka juga berhak mendapatkan bantuan iuran BPJS Kesehatan (PBI-JK) dan program ATENSI.