Adrian Hia merekomendasikan korporasi untuk memitigasi risiko tersebut dengan menggunakan aplikasi pengelola kata sandi yang menghasilkan sandi acak.

Langkah ini perlu didukung dengan penguatan budaya keamanan siber serta pelatihan intensif bagi karyawan.

Langkah Perlindungan bagi Individu dan Perusahaan

Perlindungan bagi individu dan organisasi dapat dilakukan melalui pengelolaan sandi yang ketat.

Penggunaan password manager sangat disarankan agar pengguna cukup mengingat satu kata sandi utama untuk mengamankan seluruh akun.

Sandi sebaiknya menghindari unsur data pribadi seperti tanggal lahir atau nama hewan peliharaan.

Kombinasi kata acak yang tidak berhubungan atau passphrase jauh lebih aman, ditambah aktivasi autentikasi dua faktor sebagai proteksi ganda.

Pada level korporasi, implementasi sistem keamanan terpusat yang memadukan kemampuan endpoint, cloud, dan XDR/EDR sangat krusial.

Perusahaan juga wajib memperbarui perangkat lunak seperti Microsoft Office secara berkala guna menambal celah keamanan.

Pemanfaatan intelijen ancaman atau threat intelligence juga diperlukan untuk memantau pergerakan taktik peretas terbaru.

>>> Telkom Solution Dorong Transformasi Digital BUMN dengan AI dan Keamanan Siber

Sebagai pelengkap, manajemen internal harus menerapkan audit keamanan berkala dan kebijakan hak akses minimal atau least privilege.