Kondisi Sopir Taksi Green SM Usai Tertabrak KRL di Bekasi dan Picu Kecelakaan Beruntun: Masih Bisa Merokok
Kondisi sopir taksi listrik Green SM yang terlibat kecelakaan di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur akhirnya terungkap. Insiden tersebut terjadi sebelum rangkaian kecelakaan besar yang melibatkan dua kereta api.
Peristiwa bermula saat sebuah KRL Commuter Line menabrak taksi listrik yang melintas di perlintasan sebidang, berjarak sekitar 100 meter dari Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam.
Sopir Selamat Meski Kendaraan Tertabrak
Berdasarkan rekaman warga, sopir taksi terlihat selamat setelah kendaraannya tertemper kereta. Ia bahkan masih mampu berjalan dan menceritakan kejadian yang dialaminya.
Dalam keterangannya, sopir mengaku mobil yang dikendarainya tiba-tiba mati dan terkunci saat kereta mendekat, sehingga tidak dapat menghindar.
- Mobil mendadak tidak berfungsi saat berada di rel
- Sopir masih berada di dalam kendaraan saat tertabrak
- Kondisi fisik sopir tidak mengalami luka serius
Kendaraan hanya mengalami kerusakan ringan pada sisi kiri serta ban bocor. Setelah kejadian, sopir sempat duduk di pinggir rel dalam kondisi syok.
KRL Tertahan hingga Picu Tabrakan Kereta
KRL yang menabrak taksi tersebut terhenti di tengah perlintasan, menyebabkan perjalanan kereta lain terganggu. Rangkaian KRL berikutnya pun tertahan di Stasiun Bekasi Timur.
Situasi ini berujung fatal saat kereta jarak jauh KA Argo Bromo Anggrek melintas dan menabrak KRL yang sedang berhenti di stasiun.
- KRL berhenti akibat insiden di perlintasan
- Rangkaian lain tertahan di stasiun
- Kereta jarak jauh datang dan terjadi tabrakan
Kecelakaan beruntun tersebut menyebabkan korban jiwa dari penumpang KRL jurusan Cikarang.
Respons Perusahaan dan Penanganan
Pihak operator taksi Green SM menyampaikan telah memberikan informasi kepada otoritas terkait serta mendukung penuh proses penyelidikan.
Dalam pernyataan resminya, perusahaan menegaskan komitmen terhadap keselamatan melalui pengawasan operasional dan peningkatan layanan secara berkelanjutan.
Sementara itu, pihak perkeretaapian menyampaikan permohonan maaf dan memastikan fokus utama saat ini adalah penanganan korban serta koordinasi dengan seluruh pihak di lokasi.
Penyebab pasti tabrakan antara dua rangkaian kereta masih dalam proses investigasi, dan pembaruan informasi akan disampaikan secara berkala.
Update Terbaru
Ruang Fiskal APBN Menyempit, Subsidi Energi Membengkak
Senin / 15-06-2026, 04:43 WIB
Umat Islam Sambut Tahun Baru Hijriah dengan Perbanyak Amal Saleh
Senin / 15-06-2026, 04:38 WIB
Nusrtdinov Zayan Fatih Lolos ke Youth Olympic Games 2026
Senin / 15-06-2026, 04:34 WIB
Akses Kalender Jawa Online Meningkat Jelang 1 Suro 1960
Senin / 15-06-2026, 04:34 WIB
Kenaikan BI Rate Dinilai Tingkatkan Daya Tarik Surat Utang Negara
Senin / 15-06-2026, 04:33 WIB
Jerman Gilas Curacao 7-1 dan Pecahkan Rekor Gol Terbanyak Piala Dunia
Senin / 15-06-2026, 04:32 WIB
Goldman Sachs Pangkas Proyeksi Harga Minyak Brent 2027 Jadi US$ 80
Senin / 15-06-2026, 04:32 WIB
Warren Buffett Ungkap Lima Sumber Pendapatan Pasif Terbaik
Senin / 15-06-2026, 04:28 WIB
Harga Emas Antam 26 Agustus 2025 Naik Rp 3.000 Jadi Rp 1.932.000 Per Gram
Senin / 15-06-2026, 04:28 WIB
Pemprov DKI Jakarta Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan Hingga Agustus 2026
Senin / 15-06-2026, 04:21 WIB
PBPI Jawa Timur Resmi Lantik Pengurus Padel Kota Madiun
Senin / 15-06-2026, 04:21 WIB
Tottenham Hotspur Siapkan Dana Besar untuk Cody Gakpo
Senin / 15-06-2026, 04:20 WIB
Pantai Gading Hadapi Ekuador di Laga Perdana Grup E Piala Dunia 2026
Senin / 15-06-2026, 04:20 WIB
Harga Emas Antam 25 Agustus 2025 Turun Menjadi Rp 1.929.000 Per Gram
Senin / 15-06-2026, 04:19 WIB






