Ia berharap kedua pihak terus melanjutkan semangat Cheng Ho dan menulis babak baru persahabatan di era baru.

Vinsensius Jemadu, Pelaksana Tugas Deputi Pengembangan Penyelenggaraan Acara Kementerian Pariwisata Indonesia, mengatakan Cheng Ho meninggalkan banyak situs bersejarah dan kenangan budaya di seluruh Nusantara, termasuk di Semarang, yang menjadi aset budaya dan pariwisata berharga.

Ia berharap merek pariwisata seperti "Jalur Cheng Ho" dapat lebih mempromosikan pertukaran antarmasyarakat untuk meningkatkan kerja sama bilateral di bidang pariwisata dan pertukaran budaya ke tingkat yang lebih tinggi.

Model Kapal Cheng Ho Disumbangkan

Salah satu sorotan program ini adalah sumbangan model kapal Cheng Ho berukuran panjang 71 cm dan tinggi 60 cm dari Provinsi Yunnan kepada Yayasan Sam Poo Kong di Semarang.

Model ini dibuat oleh Fu Kunxiang dan Wang Li, pewaris warisan budaya takbenda pembuatan model kapal tradisional di Kunming, berdasarkan kapal-kapal Dinasti Ming.

>>> Realisasi Beras SPHP Bapanas Capai 47,56 Persen per 27 Juni 2026

Model tersebut mereproduksi lambung khas Fujian dengan sembilan sekat kedap air dan struktur lunas, menangkap kemegahan armada yang pernah berlayar melintasi lautan.