Lebanon Tegaskan Komitmen Kerahkan Pasukan ke Perbatasan Selatan, AS Beri Respons
Pemerintah Lebanon menegaskan komitmennya untuk mengerahkan pasukan militer guna memperkuat stabilitas di wilayah selatan yang berbatasan dengan Israel.
Hal ini disampaikan langsung kepada Amerika Serikat.
>>> China Bangun Tembok Surya 400 Km di Gurun Kubuqi, Terlihat dari Luar Angkasa
Presiden Lebanon Joseph Aoun menyatakan bahwa pemerintahnya bertekad memperluas kendali negara hingga ke perbatasan internasional di selatan. Langkah tersebut akan dilakukan melalui pengerahan Angkatan Bersenjata Lebanon.
Pernyataan itu disampaikan Aoun saat menerima Panglima Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), Laksamana Brad Cooper.
Pertemuan tersebut juga membahas persiapan pelaksanaan kerangka kesepakatan yang melibatkan Lebanon, Israel, dan AS.
"Negara Lebanon bertekad memperluas kewenangannya melalui angkatan bersenjata hingga ke perbatasan selatan," demikian pernyataan resmi dari Kepresidenan Lebanon, dikutip Selasa (30/6).
Wilayah perbatasan Lebanon-Israel dikenal sebagai salah satu kawasan paling sensitif di Timur Tengah. Selain menjadi garis pemisah, daerah tersebut juga merupakan basis kuat kelompok Hizbullah.
>>> Krysten Ritter Kembali ke Dexter: Resurrection Season 2 Meski Karakternya Tewas
Pengerahan pasukan pemerintah hingga ke wilayah selatan dinilai sebagai upaya memperkuat kontrol negara sekaligus mengimplementasikan kesepakatan keamanan yang tengah disusun bersama AS dan Israel.
Aoun juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden AS Donald Trump atas perhatiannya terhadap situasi keamanan Lebanon. "Kami mengapresiasi upaya mereka dalam mewujudkan keamanan dan stabilitas," lanjut pernyataan resmi tersebut.
Meski demikian, implementasi penuh kesepakatan masih menghadapi tantangan.
Pemerintah Israel sebelumnya mengisyaratkan tidak akan menarik pasukannya jika tidak ada kontrol pemerintah di wilayah selatan dan sebelum kelompok militan dilucuti.
Pernyataan Lebanon kepada AS ini menjadi sinyal bahwa pemerintah ingin memperkuat peran negara dalam menjaga keamanan perbatasan.
>>> John Romero: 20 Juta Pemain Shareware Doom Bukan Pembajak
Dengan pengerahan pasukan nasional, pemerintah berharap stabilitas meningkat dan kesepakatan keamanan yang lebih komprehensif dapat terwujud.
Update Terbaru
Ramalan Zodiak 1 Juli: Aries Jangan Panik, Gemini Kontrol Keinginan Belanja
Rabu / 01-07-2026, 08:10 WIB
Kisah Haru di Balik Viral Tangis Histeris Pengantin Pria yang Bikin MC Kaget
Rabu / 01-07-2026, 08:10 WIB
Baca Online Nano Machine Chapter 318 Hari Ini, Cek Jam Rilisnya
Rabu / 01-07-2026, 08:00 WIB
GAIKINDO Apresiasi Dukungan Pemerintah, Usul Insentif untuk Semua Jenis Kendaraan
Rabu / 01-07-2026, 07:55 WIB
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis untuk Ratusan Anak Prasejahtera
Rabu / 01-07-2026, 07:55 WIB
Mark Hamill Akui Tak Paham Twisted Metal, Tapi Nikmati Peran Paus New York
Rabu / 01-07-2026, 07:49 WIB
Perwakilan Serikat Pekerja Rockstar: Bos GTA 6 Mampu Penuhi Tuntutan Karyawan
Rabu / 01-07-2026, 07:49 WIB
Blake Lively dan Ryan Reynolds Berjuang Pertahankan Keutuhan Rumah Tangga di Tengah Tekanan Publik
Rabu / 01-07-2026, 07:49 WIB
Presiden Paraguay Tetapkan Hari Libur Nasional Usai Kalahkan Jerman di Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 07:49 WIB
Nadiem Makarim Dituntut Rp809 Miliar, Harta Tak Cukup
Rabu / 01-07-2026, 07:49 WIB
Cara Cek Daftar Penerima Bantuan PKH, BPNT, PIP, dan KIP Kuliah Cair Juli 2026
Rabu / 01-07-2026, 07:45 WIB
Pajak JHT 5 Persen Picu Penolakan Buruh, KSPSI Desak Pemerintah Cabut Kebijakan
Rabu / 01-07-2026, 07:45 WIB
MK Tolak Gugatan Mahasiswa, Pilkada Langsung Tetap Berlaku
Rabu / 01-07-2026, 07:45 WIB
Taylor Sheridan Ungkap Alasan Tinggalkan Dunia Akting di Acara Howard Stern
Rabu / 01-07-2026, 07:43 WIB






