Iran Tuding AS Tak Serius Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2026
Federasi Sepak Bola Republik Islam Iran (FFIRI) menilai Amerika Serikat tidak serius dalam menyelenggarakan Piala Dunia 2026.
Pernyataan Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Markwayne Mullin, disebut menjadi bukti bahwa AS tidak layak menjadi tuan rumah.
>>> Oman-Iran Terinspirasi Selat Malaka dan Singapura untuk Tarif di Hormuz
Mullin sebelumnya mengaku lega setelah Iran tersingkir dari turnamen. Ia mengatakan tidak perlu lagi mengurus keberadaan tim Iran di Amerika Serikat.
FFIRI mengecam keras pernyataan tersebut. Menurut mereka, komentar seorang pejabat tinggi menunjukkan tidak adanya komitmen terhadap prinsip-prinsip yang seharusnya dijunjung negara penyelenggara.
"Orang Iran sudah terbiasa dengan perlakuan buruk dan kebohongan para pejabat dari Amerika. Kami tidak terkejut dengan pernyataan yang bermusuhan ini," demikian pernyataan Iran, dikutip Rabu (1/7).
Iran menegaskan bahwa pernyataan tersebut menunjukkan AS tidak memiliki komitmen terhadap hukum internasional maupun prinsip-prinsip yang diharapkan dari tuan rumah ajang olahraga global.
Seorang tuan rumah seharusnya menyambut seluruh peserta dengan sikap netral dan menghormati nilai-nilai olahraga, bukan merayakan kegagalan salah satu negara peserta.
>>> Cara Cek Pencairan PKH dan BPNT 2026 Meski Status SPM Masih Proses
Selama turnamen, Iran mengaku menghadapi berbagai pembatasan perjalanan akibat ketegangan politik antara Teheran dan Washington.
Tim Iran bahkan harus memindahkan markas latihan ke negara lain dan menjalani aturan perjalanan yang lebih ketat dibandingkan peserta lainnya.
Sebelumnya, Pelatih Timnas Iran juga menyatakan perlakuan yang diterima timnya tidak manusiawi dan tidak profesional.
Bagi Iran, menjadi tuan rumah Piala Dunia bukan hanya soal stadion, infrastruktur, atau keamanan, tetapi juga menjamin seluruh peserta diperlakukan secara adil.
>>> AOC Ajak Warga Tetap Patriotik: Amerika Lebih Besar dari Penguasanya
FFIRI menilai sikap pejabat AS terhadap timnya bertolak belakang dengan nilai-nilai yang seharusnya dijunjung penyelenggara turnamen sepak bola terbesar di dunia.
Update Terbaru
5 Tewas saat Latsarmil, Kemhan Gelar Investigasi Internal
Rabu / 01-07-2026, 16:05 WIB
Ade Armando: PDIP Terus Begini, Bakal Gali Kuburnya Sendiri
Rabu / 01-07-2026, 16:05 WIB
Kapolri Pamer 1.415 SPPG dan Nol Kasus Keracunan MBG, Siap Luncurkan Buku Resep
Rabu / 01-07-2026, 16:05 WIB
Trossard Tunda Bahas Masa Depan di Arsenal, Besiktas dan Klub Arab Saudi Berminat
Rabu / 01-07-2026, 16:01 WIB
Anniversary ke-9 Free Fire: Festival di Jogja & Grand Finals FFNS Fall
Rabu / 01-07-2026, 16:01 WIB
Village People: Vokalis Victor Willis Meninggal di Usia 75 Tahun
Rabu / 01-07-2026, 16:00 WIB
Sekjen Kemendagri Minta 174 Pemda Sempurnakan Data Calon Penerima BSPS
Rabu / 01-07-2026, 16:00 WIB
Penampakan Stiker Dilarang Beli BBM Bagi Penunggak Pajak Kendaraan di NTT
Rabu / 01-07-2026, 16:00 WIB
Mendagri Tito Karnavian Hadiri Upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Cikeas
Rabu / 01-07-2026, 16:00 WIB
DKI Jakarta Terbitkan Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun, yang Pertama di Indonesia
Rabu / 01-07-2026, 16:00 WIB
Solo Leveling on Ice Umumkan Pemeran Baru Sung Jinwoo untuk Pertunjukan Agustus di Seoul
Rabu / 01-07-2026, 15:57 WIB
One Piece Live-Action Season 3 Selesai Syuting, Netflix Konfirmasi Rilis 2027
Rabu / 01-07-2026, 15:56 WIB
Perbedaan iPhone Bekas, Inter, dan Bypass: Jangan Salah Pilih Sebelum Membeli
Rabu / 01-07-2026, 15:56 WIB
Biwin Luncurkan SSD M560 PCIe 5.0 dengan Kecepatan Baca 11.000 MB/s
Rabu / 01-07-2026, 15:56 WIB






