Iran Sindir Amerika soal Fair Play Piala Dunia 2026
Tim Nasional Iran melontarkan sindiran tajam terhadap penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat. Iran mempertanyakan apakah seluruh peserta benar-benar mendapat perlakuan adil selama turnamen.
Meski tidak menyebut secara langsung panitia penyelenggara, AS, atau FIFA, Iran mengisyaratkan adanya keputusan yang mengurangi prinsip keadilan.
>>> Kematian Dokter Icha Dorong Tujuh Permohonan ke Presiden Prabowo
"Apakah setiap tim benar-benar bertanding dalam kondisi yang setara dan dengan standar profesional yang sama?" demikian pernyataan Timnas Iran, Rabu (1/7).
Iran menyebut serangkaian keputusan, pengaturan logistik, dan berbagai keadaan selama turnamen telah mengurangi rasa keadilan.
"Fair Play bukan sekadar slogan yang dicetak di papan iklan, tetapi merupakan identitas sepak bola.
Namun turnamen ini mengingatkan bahwa masih ada jarak yang sangat besar antara kata-kata yang menginspirasi dan tindakan nyata," tulis pernyataan tersebut.
Kritik ini tidak lepas dari berbagai pembatasan yang dialami Iran akibat ketegangan politik antara Teheran dan Washington. Iran terpaksa memindahkan pusat latihannya dari Tucson, Arizona ke Tijuana, Meksiko.
Rombongan Iran hanya diizinkan masuk ke AS sehari sebelum dua pertandingan pertama mereka.
Meski kebijakan kemudian dilonggarkan menjadi dua hari lebih awal, setelah pertandingan mereka tetap diwajibkan kembali ke markas di Meksiko.
>>> Virtua Fighter Crossroads Rilis Trailer Karakter, Game Hadir 2027
Sebelumnya, Pelatih Iran Amir Ghalenoei dan Kapten Mehdi Taremi juga mengkritik perlakuan yang diterima timnya. Mereka menilai Iran tidak memperoleh fasilitas setara dengan peserta lain.
Iran juga merasa dirugikan oleh keputusan wasit pada laga terakhir fase grup melawan Mesir.
Gol kemenangan di masa injury time dianulir karena offside tipis, sehingga mereka gagal lolos ke babak 32 besar.
Meski menyampaikan kritik, Iran tetap menyatakan kebanggaan atas perjuangan tim.
Namun mereka berharap penyelenggaraan Piala Dunia mendatang benar-benar menjunjung kesetaraan bagi seluruh peserta tanpa dipengaruhi faktor di luar sepak bola.
Dengan pernyataan ini, Iran secara tidak langsung menyindir kapasitas AS sebagai tuan rumah.
>>> Bam Margera Ungkap Reaksi Jennifer Aniston Saat Brad Pitt Jadi Korban Prank 'Jackass'
Menurut mereka, menjadi tuan rumah bukan hanya soal stadion dan fasilitas, tetapi juga memastikan semua peserta diperlakukan secara adil, manusiawi, dan bermartabat.
Update Terbaru
Kebakaran Lumbung di Mariahout Lukai Sapi dan Sebabkan Kerusakan Parah
Rabu / 01-07-2026, 05:30 WIB
Taylor Frankie Paul Jalani Rehab di Tengah Tuduhan Baru Dakota Mortensen
Rabu / 01-07-2026, 05:30 WIB
AOC Ajak Warga Tetap Patriotik: Amerika Lebih Besar dari Para Pemimpinnya
Rabu / 01-07-2026, 05:30 WIB
Anak Patrick Kluivert dan Dua Pemain Belanda Jadi Korban Serangan Rasis
Rabu / 01-07-2026, 05:28 WIB
Gelombang Panas Ekstrem Ancam Fase Gugur Piala Dunia 2026, Suhu Bisa Tembus 43 C
Rabu / 01-07-2026, 05:28 WIB
Flashback 1998: Norwegia Pernah Tumbangkan Brasil, Bakal Terulang di Piala Dunia 2026?
Rabu / 01-07-2026, 05:28 WIB
3 Tips Memilih Waktu Terbang agar Terhindar dari Jet Lag
Rabu / 01-07-2026, 05:28 WIB
3 Tips Memilih Waktu Terbang untuk Hindari Jet Lag
Rabu / 01-07-2026, 05:28 WIB
Kylian Mbappe Cetak Rekor Gol Babak Gugur Piala Dunia, Lewati Ronaldo
Rabu / 01-07-2026, 05:26 WIB
Dodge Rayakan 60 Tahun Charger dengan Warna Ungu Baru Purple Haze
Rabu / 01-07-2026, 05:26 WIB
Dodge Rayakan 60 Tahun Charger dengan Warna Ungu Baru Purple Haze
Rabu / 01-07-2026, 05:25 WIB
GM Klaim Paling Amerika, Tapi Tak Masuk 20 Besar Mobil Paling Buatan AS
Rabu / 01-07-2026, 05:25 WIB
GM Klaim Paling Amerika, Tapi Tak Masuk 20 Besar Mobil Paling Lokal
Rabu / 01-07-2026, 05:25 WIB
Dudung: Pelatihan Calon Manajer Kopdes Dipangkas Jadi 1,5 Bulan
Rabu / 01-07-2026, 05:25 WIB






