Federasi Sepak Bola Republik Islam Iran (FFIRI) mengecam perlakuan dan selebrasi kontroversial dari Amerika Serikat.

Mereka menilai Washington sejak awal tidak menghendaki Iran bertahan lama di Piala Dunia 2026.

>>> Pidato Prabowo Dinilai Bikin IHSG Anjlok? OJK Minta Investor Tetap Rasional

FFIRI mengaku sudah mencium ketidaksukaan tuan rumah sejak laga Iran melawan Selandia Baru.

Tuduhan ini semakin kuat setelah Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Markwayne Mullin, secara terbuka mengaku senang dengan tersingkirnya Iran.

"Tercium di pertandingan kami melawan Selandia Baru.

Pelatih kepala kami mengatakan bahwa tuan rumah tidak ingin mereka tetap berada dalam turnamen ini karena perlakuan yang tidak manusiawi dan tidak profesional yang dialami tim kami.

Komentar terbaru ini hanya semakin memperkuat keyakinan tersebut," ungkap Iran, dikutip Rabu (1/7).

Federasi Iran menilai ucapan pejabat itu mencerminkan sikap pribadi dan diskriminasi terhadap Timnas Iran.

>>> Oman dan Iran Siapkan Tarif Pelayaran di Selat Hormuz Usai Perang

"Fakta bahwa ia secara terbuka merayakan tersingkirnya kami mengatakan lebih banyak tentang dirinya daripada tentang tim kami.

Itu mencerminkan sikap picik yang bahkan tidak bisa mentoleransi kehadiran sebuah tim sepak bola di panggung terbesar dunia," demikian pernyataan FFIRI.

Perlakuan Tidak Adil Sepanjang Turnamen

Sebelumnya, Pelatih Timnas Iran juga mengkritik berbagai perlakuan yang diterima selama turnamen. Iran mengaku menghadapi pembatasan perjalanan dan masalah logistik yang tidak dialami peserta lain.

Ketegangan Teheran dan Washington membuat Iran harus memindahkan pusat latihan dari Arizona ke Tijuana, Meksiko.

Rombongan Iran juga hanya diberi waktu terbatas untuk memasuki AS, hanya untuk bertanding lalu kembali ke Meksiko.

Bagi FFIRI, rangkaian perlakuan tersebut ditambah pernyataan terbuka pejabat AS memperkuat anggapan bahwa faktor politik membayangi perjalanan Iran di Piala Dunia 2026.

>>> Cara Mendapatkan Bocoran Jadwal Rilis iPhone 18 dan Ultra September 2026

Iran menegaskan akan terus menyuarakan keberatan karena sepak bola seharusnya menjunjung sportivitas tanpa kepentingan politik.