Oman dan Iran bersiap memberlakukan tarif layanan bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Rencana ini muncul setelah konflik bersenjata antara Teheran dan Washington berakhir.

Dikutip dari New York Times, sejumlah diplomat mengungkapkan bahwa kedua negara telah menyampaikan proposal resmi kepada Amerika Serikat dan Eropa.

>>> Cara Mendapatkan Bocoran Jadwal Rilis iPhone 18 dan Ultra September 2026

Proposal tersebut membahas mekanisme pembayaran layanan bagi kapal yang menggunakan Selat Hormuz.

Jika diterapkan, kebijakan ini akan menjadi perubahan besar dibandingkan kondisi sebelum perang.

Sebelum konflik, Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran internasional yang dapat dilalui kapal pengangkut minyak dan gas secara gratis.

Situasi berubah drastis ketika perang berlangsung. Iran sempat memblokade jalur tersebut, mengganggu perdagangan global, dan mendorong lonjakan harga energi dunia.

Teheran sejak saat itu berkali-kali menyampaikan keinginan agar jalur pelayaran penting ini memberikan manfaat ekonomi.

Dalam proposal, perusahaan pelayaran akan membayar biaya layanan untuk mendukung pengelolaan dan keamanan jalur.

Masih terdapat perbedaan pandangan mengenai mekanisme pembayaran. Seorang diplomat mengatakan biaya tersebut bersifat sukarela, sementara Iran menegaskan pembayaran wajib bagi seluruh kapal yang melintas.

Persoalan Selat Hormuz kini menjadi agenda utama dalam perundingan lanjutan antara AS dan Iran. Hal ini menjadi kunci untuk mencapai kesepakatan damai permanen.

>>> Cara Cek 5 Bantuan Sosial Pemerintah yang Cair Juli 2026

Kesepakatan kerangka damai yang ditandatangani kedua negara bulan ini menjamin kapal dagang dapat melintas tanpa biaya. Namun, ketentuan itu hanya berlaku 60 hari selama proses negosiasi.

Iran dan Oman dalam periode tersebut diminta membuka dialog untuk menentukan sistem pengelolaan Selat Hormuz setelah masa transisi berakhir.