Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menyatakan prioritas saat ini adalah mencapai kesepakatan dengan Oman.

Apabila Oman tidak bersedia membentuk kerangka pengelolaan bersama, Iran siap melangkah sendiri. Sementara itu, AS masih menyampaikan keberatan terhadap rencana tersebut.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyebut gagasan mengenakan tarif bagi kapal yang melintasi jalur itu sebagai sesuatu yang tidak dapat diterima.

Namun, tim perunding dikabarkan tetap membuka ruang dialog dengan Oman.

Jika Iran dan Oman mewujudkan rencana ini setelah masa transisi berakhir, Selat Hormuz akan memasuki babak baru.

>>> Kreator Iron Lung dan Dusk Tolak AI Generatif dalam Pengembangan Game

Jalur pelayaran strategis yang selama puluhan tahun bebas biaya berpotensi berubah menjadi kawasan dengan sistem tarif layanan.