KPK Temukan Celah Korupsi di BPJS Ketenagakerjaan, Klaim hingga Data Peserta Rawan
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan sejumlah celah serius dalam tata kelola BPJS Ketenagakerjaan yang berpotensi menimbulkan praktik korupsi.
Temuan ini mencakup proses klaim, data peserta, hingga mekanisme pengawasan.
Kajian yang dilakukan sejak Maret hingga Desember 2025 menunjukkan bahwa beberapa aspek sistem jaminan sosial ketenagakerjaan masih perlu diperkuat.
Hal ini agar tidak dimanfaatkan untuk kecurangan.
Potensi Fraud pada Klaim dan Pendaftaran
Salah satu sorotan utama adalah potensi fraud dalam klaim Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK). Lemahnya pengawasan dan penegakan sanksi di lapangan menjadi faktor utama.
KPK juga menemukan risiko pada sektor jasa konstruksi.
Desain kepesertaan dinilai belum mempertimbangkan tingkat risiko pekerjaan, sehingga membuka ruang ketidakseimbangan perlindungan dan potensi penyimpangan pembayaran iuran.
Potensi kecurangan juga terjadi dalam proses pendaftaran peserta oleh badan usaha maupun tenaga kerja. Hal ini ditemukan sejak tahap awal pengelolaan data BPJS Ketenagakerjaan.
Dari sisi regulasi, masih ada ketidakjelasan klasifikasi peserta penerima upah (PU) dan bukan penerima upah (BPU). Definisi hubungan kerja yang kurang jelas berpotensi menimbulkan moral hazard.
>>> BPJS Kesehatan JKN: Layanan yang Ditanggung dan Tidak Ditanggung
Rekomendasi KPK untuk Perbaikan
Direktur Monitoring KPK, Aida Ratna Zulaiha, menekankan perlunya penguatan pengawasan internal.
Sistem three lines of defence harus diterapkan agar risiko terdeteksi lebih cepat dan tidak berkembang menjadi kerugian negara.
“Efektivitas pengawasan dan penegakan sanksi terhadap praktik fraud masih perlu diperkuat.
BPJS Ketenagakerjaan selaku pengelola dana publik juga perlu memperkuat penerapan sistem three lines of defence secara menyeluruh,” ujarnya.
Update Terbaru
Psikolog Ungkap Alasan Remaja Sering Membantah, Bisa Jadi Tanda Positif
Rabu / 01-07-2026, 09:10 WIB
Arc Raiders Terapkan Denuvo Anti-Cheat untuk Semua Pemain, Embark Siapkan Pembaruan Lebih Besar
Rabu / 01-07-2026, 08:57 WIB
Game Terakhir dari Art Director Half-Life 2 dan Dishonored Terungkap: Soulslike FPS Pertama di Dunia
Rabu / 01-07-2026, 08:57 WIB
Trump Ungkap Pendapatan Kripto Lebih dari Rp15 Triliun
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Mike Tyson Rayakan Ultah ke-60 di Miami, Dunia Tinju Hormati Legenda
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Ekuador Protes Gangguan Suporter Meksiko di Hotel Timnas
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Lebih dari 150 Orang Terinfeksi Cyclosporiasis di Michigan Tenggara
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Pertamina Resmi Turunkan Harga BBM Nonsubsidi per 1 Juli 2026
Rabu / 01-07-2026, 08:55 WIB
Altos Computing Dorong Adopsi AI untuk Percepat Transformasi Digital di Indonesia
Rabu / 01-07-2026, 08:55 WIB
Promo Kabel USB-C 3-Pack Hanya Rp100 Ribuan, Pas untuk Stok Cadangan
Rabu / 01-07-2026, 08:55 WIB
Sosialis Demokrat Tantang Petahana Demokrat di Primer Colorado
Rabu / 01-07-2026, 08:50 WIB
Nadiem Makarim Dituntut Bayar Rp809 Miliar, Harta Tak Sampai Segitu
Rabu / 01-07-2026, 08:49 WIB
Betrand Peto Ogah Minta Maaf soal Sindiran di Medsos ke Kubu Sarwendah
Rabu / 01-07-2026, 08:49 WIB
Latsarmil Kopdes Diubah, Biaya Rp45 Juta Per Orang Masih Misteri
Rabu / 01-07-2026, 08:49 WIB






