Konsumsi Pereda Nyeri Berlebihan Bisa Sebabkan Sakit Kepala Berulang
Dokter spesialis saraf subspesialis neurokritikal dan intensif dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), dr. Ramdinal Aviesena Zairinal, Sp.
N(K), mengingatkan bahwa konsumsi obat pereda nyeri secara berlebihan dapat menjadi penyebab sakit kepala berulang.
>>> Usulan MTsN 2 Bogor Mengemuka saat Kunjungan Menko AHY
Dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, dokter yang akrab disapa Sena itu menjelaskan bahwa kebiasaan mengonsumsi obat memiliki dua sisi.
Jika digunakan sesuai anjuran, obat dapat membantu meredakan gejala.
Sebaliknya, jika dikonsumsi tanpa petunjuk dokter, obat justru bisa menyebabkan medication-overuse headache (MOH) atau sakit kepala akibat dosis obat berlebihan.
"Konsumsi obat nyerinya tidak sesuai dengan anjuran dokter atau dikonsumsi jangka panjang, misalnya obat seperti parasetamol, ibuprofen yang bisa dibeli bebas.
Itu bisa menyebabkan kebalikannya, nyeri kepala yang disebabkan karena overuse atau kebanyakan konsumsi obat antinyeri kepala," kata Sena.
Menurut Sena, salah satu penyebab konsumsi obat tanpa petunjuk dokter adalah self-diagnose atau diagnosis mandiri tanpa konsultasi dokter.
>>> Pelatih Meksiko Akui Timnya Susah Payah Kalahkan Korea Selatan
Self-diagnose bisa terjadi setelah seseorang melihat informasi yang beredar di media sosial.
Ia juga menambahkan bahwa konsumsi obat tidak sesuai anjuran dokter juga terjadi ketika seseorang membeli obat secara mandiri setelah resep pertama habis tanpa berkonsultasi lagi dengan dokter.
Praktik itu bisa memengaruhi dosis pengobatan, misalnya obat yang tadinya diminum dua kali sehari bisa bertambah menjadi empat kali sehari.
"Padahal nanti pada satu titik bisa saja keadaannya berbalik, justru konsumsi-konsumsi obat itulah yang menyebabkan sakit kepalanya tidak hilang-hilang," tutur dia.
Sena juga menanggapi anggapan di masyarakat bahwa setiap sakit kepala bisa diatasi dengan obat pereda nyeri yang dijual bebas tanpa perlu diperiksa ke dokter.
Menurutnya, anggapan itu adalah mitos.
>>> Badan Geologi Petakan 4 Wilayah Sulteng Berpotensi Likuefaksi
Penyebab sakit kepala tidak hanya migrain, tetapi juga bisa kondisi lain seperti perdarahan otak yang memerlukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan.
Update Terbaru
Emina Glosszilla Lip Jelly Vinyl, Lip Cream Glossy Ringan dengan Efek Bibir Plumpy
Rabu / 01-07-2026, 16:21 WIB
Sah! Ojol Resmi Jadi UMKM Mulai 1 Juli 2026
Rabu / 01-07-2026, 16:20 WIB
Laporan Etik AS: Trump Kantongi Rp21,5 T dari Bisnis Kripto Keluarga
Rabu / 01-07-2026, 16:20 WIB
Kapolri Akui Polri Belum Sempurna, Terbuka Terima Kritik
Rabu / 01-07-2026, 16:20 WIB
Pasokan Air Falls Lake Tetap, Satu Pengguna Didenda Akibat Pelanggaran Air
Rabu / 01-07-2026, 16:15 WIB
Anthropic Rambah Bisnis Obat, Fokus pada Penyakit Terabaikan
Rabu / 01-07-2026, 16:15 WIB
Boy Arnez Banjir Tawaran Klub Luar Negeri Usai Juara AVC Cup 2026
Rabu / 01-07-2026, 16:15 WIB
Toko Buku di Apex Tutup Akibat Kenaikan Sewa 64%, Bisnis Lain Terancam
Rabu / 01-07-2026, 16:15 WIB
Tebak Bintang Netflix dalam Galeri Foto Panas SZA
Rabu / 01-07-2026, 16:14 WIB
Taylor Parker Klaim Korban Minta Bayinya Dikeluarkan
Rabu / 01-07-2026, 16:14 WIB
Golkar Panggil Anggota DPRD Terkait Dugaan Intimidasi Dokter Icha
Rabu / 01-07-2026, 16:14 WIB
Ogah Keluarkan Dekrit Demi Piala Dunia, Presiden Kolombia Mundur Jadi Tuan Rumah
Rabu / 01-07-2026, 16:14 WIB
PDIP Tanggapi Isu Capres Harus Diusung 3 Partai Parlemen
Rabu / 01-07-2026, 16:14 WIB
Ducati Mulai Sadari Ancaman Bagnaia di Musim Depan
Rabu / 01-07-2026, 16:14 WIB






