Ogah Keluarkan Dekrit Demi Piala Dunia, Presiden Kolombia Mundur Jadi Tuan Rumah
Kolombia menjadi satu-satunya negara dalam sejarah yang memilih mundur sebagai tuan rumah Piala Dunia.
Keputusan itu diambil pada 1982, delapan tahun setelah FIFA menunjuk Kolombia sebagai tuan rumah Piala Dunia 1986.
>>> PDIP Tanggapi Isu Capres Harus Diusung 3 Partai Parlemen
Alasan utama penolakan tersebut adalah kondisi keuangan negara yang morat-marit dan biaya besar untuk perang melawan kartel narkoba.
Presiden Belisario Betancur secara resmi mengumumkan penolakan itu dalam pidato nasional pada 25 Oktober 1982.
"Kami tidak akan menyelenggarakan Piala Dunia FIFA 1986 di Kolombia," kata Betancur, seperti dikutip dari Colombia One.
Ia menambahkan bahwa negaranya memiliki banyak hal lain yang harus dilakukan dan tidak ada waktu untuk memenuhi kemewahan FIFA.
Tuntutan FIFA yang Berlebihan
Pada awal 1980-an, tuntutan kontrak FIFA jauh melebihi kapasitas keuangan dan infrastruktur Kolombia.
FIFA mengharuskan Kolombia segera menerapkan jaringan televisi berwarna canggih dan memberikan pembebasan pajak total untuk operasionalnya.
>>> Ducati Mulai Sadari Ancaman Bagnaia di Musim Depan
Spesifikasi stadion yang diminta juga sangat tinggi: 12 stadion dengan kapasitas minimal 40.000 penonton untuk fase pembukaan, 4 stadion berkapasitas 60.000 untuk fase kedua, dan 2 stadion berkapasitas 80.000 untuk pertandingan pembukaan dan penutupan.
FIFA juga mewajibkan pembangunan menara komunikasi canggih di Bogotá dan pembekuan tarif hotel dalam mata uang lokal untuk afiliasi FIFA mulai 1 Januari 1986.
Lebih dari itu, FIFA meminta pemerintah Kolombia mengeluarkan dekrit yang melegalkan peredaran mata uang asing tanpa batasan dan menyediakan armada limusin mewah untuk eksekutif sepak bola.
Presiden Betancur menolak mengeluarkan dekrit tersebut. Kolombia saat itu mengontrol ketat mata uang asing melalui undang-undang seperti Decreto ley 444 de 1967.
Penolakan ini menjadi salah satu alasan utama mundurnya Kolombia sebagai tuan rumah.
Meski menghadapi berbagai tantangan, Betancur berhasil menyelesaikan masa jabatannya pada 1986 sesuai konstitusi.
>>> Harvey Weinstein Alami Gagal Jantung di Rikers Island
Ia kemudian hidup damai di luar politik hingga wafat pada 7 Desember 2018 di usia 95 tahun.
Update Terbaru
Janet Jackson Beri Tribut untuk Michael Jackson dan Tupac Shakur di BET Awards 2026
Rabu / 01-07-2026, 17:25 WIB
Vario Evo 160 vs Lexi LX 155: Adu Skutik Dek Rata, Mana Lebih Unggul?
Rabu / 01-07-2026, 17:25 WIB
Registrasi SIM Card Wajib Pakai Biometrik Wajah Berlaku, Cek Caranya
Rabu / 01-07-2026, 17:25 WIB
Aplikasi yang Menguras Memori Ponsel Saya, Ternyata Ini Pelakunya
Rabu / 01-07-2026, 17:22 WIB
Meta Terapkan Biaya Berlangganan untuk Fitur Aksesibilitas Ray-Ban Meta
Rabu / 01-07-2026, 17:21 WIB
Cara Membuat Username WhatsApp Tanpa Menampilkan Nomor HP beserta Syarat Penggunaannya
Rabu / 01-07-2026, 17:21 WIB
Kisah Wanita Raleigh yang Hampir Tewas Akibat Kembang Api Lilin, Jadi Peringatan Jelang 4 Juli
Rabu / 01-07-2026, 17:21 WIB
Bank Jakarta Fokus pada Optimalisasi Keamanan Siber dalam Transformasi Digital
Rabu / 01-07-2026, 17:21 WIB
Komdigi dan UB Kembangkan Sistem AI untuk Sekolah Rakyat
Rabu / 01-07-2026, 17:21 WIB
Bank Jakarta Fokus pada Optimalisasi Keamanan Siber dalam Transformasi Digital
Rabu / 01-07-2026, 17:20 WIB
Kata-kata Pelatih Meksiko usai Depak Ekuador dan Lolos 16 Besar
Rabu / 01-07-2026, 17:20 WIB
Flu Parah Sebabkan Bocah 13 Tahun Kehilangan Tangan dan Kaki
Rabu / 01-07-2026, 17:20 WIB
Happily Day Ajak 1.000 Lansia di Bandung Tetap Aktif dan Percaya Diri
Rabu / 01-07-2026, 17:15 WIB
Bupati dan Sekda Kuansing Riau Ditahan KPK
Rabu / 01-07-2026, 17:15 WIB






