Migrain merupakan gangguan neurologis kompleks yang menyebabkan nyeri sedang hingga berat, biasanya di salah satu sisi kepala. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari secara signifikan.

Meski bisa dialami siapa pun, migrain paling sering terjadi pada orang dewasa berusia 30–39 tahun dan didominasi wanita.

>>> Direktur Pegadaian Ajak Generasi Muda Kuasai Literasi Keuangan dan Investasi

Serangan pertama umumnya muncul sejak remaja dan jarang terjadi pertama kali setelah usia 50 tahun.

Lebih dari 50% penderita migrain memiliki riwayat keluarga dengan kondisi serupa. Jika salah satu orang tua memiliki migrain hemiplegik familial, anak memiliki peluang 50% mengalami kondisi yang sama.

Berbagai faktor dapat memicu migrain, seperti makanan tertentu, kurang tidur, stres, dan perubahan hormon. Kabar baiknya, banyak serangan dapat dicegah dengan mengenali pemicu dan menerapkan gaya hidup sehat.

4 Langkah Mencegah Migrain

Berikut empat tips yang dapat membantu mencegah migrain, seperti dilansir Health.

1. Hindari Pemicu.

Pemicu migrain setiap orang berbeda, antara lain cahaya terang atau berkedip, suara keras, obat-obatan, melewatkan waktu makan, penggunaan obat penghilang rasa sakit berlebihan, kelelahan fisik, stres, kecemasan, bau menyengat, penggunaan tembakau, dan perubahan cuaca.

Makanan juga bisa menjadi pemicu, seperti keju yang sudah lama disimpan, alkohol, kafein, daging olahan atau diawetkan (sosis, ham), cokelat, dan yogurt.

2. Pilihan Makanan.

>>> Google Luncurkan Nano Banana 2 Lite dan Perluas Akses Gemini Omni Flash untuk Developer

Pola makan memengaruhi tingkat keparahan dan frekuensi serangan migrain.

Minum cukup air (9 gelas per hari untuk wanita, 13 gelas untuk pria), kurangi makanan olahan tinggi garam atau gula (misal mi instan, bubble tea), perbanyak buah dan sayuran segar, makan pada waktu konsisten setiap hari, dan kurangi asupan kopi.

3. Olahraga.

Meski kelelahan fisik berlebihan bisa memicu migrain, olahraga rutin justru mengurangi frekuensi serangan. Latihan aerobik meningkatkan detak jantung, meredakan kecemasan dan depresi, meningkatkan kualitas tidur, serta mengurangi stres.

Hindari memforsir tubuh, terutama jika baru memulai rutinitas olahraga.

4. Tidur.

Kurang tidur atau gangguan tidur meningkatkan risiko serangan migrain.

>>> 8 Rekomendasi Tas Sekolah Anak Laki-Laki Branded, Awet dan Ergonomis

Usahakan tidur 7–8 jam setiap malam, hindari menonton TV atau menggunakan perangkat elektronik di tempat tidur, tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari, pastikan kamar gelap dan tenang, serta kurangi konsumsi kafein dan makanan berat sebelum tidur.