Komdigi Imbau Publik Saring Informasi Sebelum Dibagikan
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengimbau masyarakat untuk menyaring informasi sebelum membagikannya ke jejaring sosial.
Imbauan ini disampaikan pada Jumat (12/6/2026) guna menghindari penyebaran konten yang belum terverifikasi kebenarannya di tengah aksi demonstrasi.
>>> Kelola THR dengan Budget Map agar Keuangan Pascalebaran Tetap Aman
Penyaringan informasi dinilai penting untuk menjaga stabilitas nasional dan memastikan substansi kritik tersampaikan dengan jernih.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengajak seluruh elemen masyarakat yang menyuarakan aspirasi untuk mengedepankan ketertiban dan menjaga keselamatan bersama.
Meutya menegaskan bahwa pemerintah sangat terbuka terhadap aspirasi, kritik, dan masukan dari publik.
"Pemerintah terbuka terhadap aspirasi, kritik, dan masukan dari masyarakat. Menyampaikan pendapat adalah hak warga negara yang dijamin dalam demokrasi.
Karena itu, ruang untuk menyampaikan aspirasi harus tetap kita jaga bersama," ujar Meutya dalam keterangan resminya.
Penyampaian pendapat secara damai dan konstitusional dinilai akan memperkuat pesan substantif yang diusung kelompok masyarakat.
Pola komunikasi yang kondusif mempermudah publik memahami pesan secara objektif tanpa terdistorsi aksi anarkis.
Para peserta aksi diingatkan untuk menahan diri dari tindakan destruktif yang merugikan kepentingan luas atau merusak fasilitas publik.
Infrastruktur kota dan kenyamanan warga lain harus tetap dihormati di tengah momentum penyampaian pendapat.
"Kritik boleh disampaikan dengan tegas, tetapi harus tetap damai. Jangan mudah terprovokasi sehingga memicu kekerasan, perusakan, pembakaran, penyerangan, atau tindakan lain yang membahayakan masyarakat," urai Meutya.
Selain situasi riil di lapangan, dinamika ruang siber selama aksi massa juga menjadi perhatian besar.
>>> AS Berpotensi Hadapi Iran di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Penyebaran narasi provokatif, ajakan radikal menuju kekerasan, serta stimulasi informasi bias dinilai berpotensi memperkeruh suasana.
Update Terbaru
Aksi Heroik Warga Gagalkan Penusukan Tiga Wanita oleh Pria di Paris
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB
Stunting pada Anak Berdampak Serius pada Perkembangan Kognitif
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB
Klasemen Piala AFF 2026: Garuda Tempel Vietnam Usai Pesta Gol
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB
Mitchell Baker Ungkap Rasa Tak Percaya Usai Cetak Hattrick untuk Indonesia
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB
Bosan dengan Plafon Putih? Ini 7 Rekomendasi Warna dari Desainer
Selasa / 28-07-2026, 00:28 WIB
Splatoon Raiders Kuasai Puncak Metacritic dan Pimpin Penjualan UK
Selasa / 28-07-2026, 00:22 WIB
Stop Killing Games Kritik Langkah PlayStation Tinggalkan Kaset Fisik
Selasa / 28-07-2026, 00:15 WIB
Mainan Kucing Magikarp Pokémon Dijual Empat Kali Lipat di Pasar Sekunder
Selasa / 28-07-2026, 00:14 WIB
Evolusi Delibird di Pokémon Diamond dan Pearl Muncul dari DVD Langka
Selasa / 28-07-2026, 00:14 WIB
S.T.A.L.K.E.R. 2 Cost of Hope Ungkap Jadwal Rilis dan Menuju Chernobyl
Selasa / 28-07-2026, 00:14 WIB
Jim Carrey Beri Penghormatan Terakhir Usai Chuck Russell Meninggal
Selasa / 28-07-2026, 00:08 WIB
Evolusi Tren Gym Modern: Bukan Cuma Tempat Angkat Beban Biasa
Selasa / 28-07-2026, 00:07 WIB
Makeup Praktis dan Nyaman Jadi Tuntutan Baru Gaya Hidup Perempuan Modern
Selasa / 28-07-2026, 00:07 WIB
Sensasi uji aroma langsung ubah cara konsumen belanja parfum
Selasa / 28-07-2026, 00:00 WIB







