Tunjangan Hari Raya (THR) kerap habis dalam waktu singkat karena meningkatnya kebutuhan menjelang Lebaran.

Uang yang masuk ke rekening sering menipis sebelum hari raya tiba akibat pengeluaran untuk pakaian baru, hidangan khas, hingga tradisi berbagi.

>>> AS Berpotensi Hadapi Iran di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Padahal, pengelolaan dengan strategi sederhana seperti Budget Map dapat memberikan manfaat finansial yang lebih panjang.

Peta anggaran ini berfungsi menjaga stabilitas keuangan keluarga bahkan setelah perayaan hari raya berlalu.

Fenomena THR yang cepat habis selaras dengan data konsumsi rumah tangga dari Badan Pusat Statistik.

Laporan tersebut menunjukkan lonjakan pengeluaran masyarakat pada sektor makanan, pakaian, dan transportasi selama Ramadan hingga Lebaran.

Otoritas Jasa Keuangan juga menekankan pentingnya perencanaan anggaran dalam program literasi keuangan. Menentukan prioritas sejak awal terbukti dapat menekan risiko pengeluaran impulsif sehingga pengelolaan keuangan lebih terkendali.

Empat Pos dalam Budget Map

Metode Budget Map menerapkan prinsip bahwa setiap rupiah harus memiliki tujuan yang jelas.

Penggunaan THR dapat dimulai dengan membaginya ke dalam empat pos keuangan yang berbeda secara sadar dan terencana.

Pos pertama adalah Ibadah dan Berbagi. Alokasi ini digunakan untuk memenuhi kewajiban zakat, sedekah, atau berbagi dengan sanak saudara.

Pos ini menjadi bentuk rasa syukur sekaligus mempererat tali silaturahmi saat hari raya.

>>> Alphonso Davies Dipastikan Absen Lawan Bosnia-Herzegovina

Pos kedua adalah Kebutuhan Lebaran. Pos ini mencakup semua pengeluaran khas hari raya, mulai dari bahan makanan, pakaian baru, hingga ongkos mudik.

Menetapkan batas anggaran yang ketat pada kategori ini penting agar pengeluaran tidak berlebihan.

Pos ketiga adalah Tabungan atau Dana Darurat. Sebagian dari uang THR sebaiknya langsung disisihkan untuk masa depan.