AS Pindahkan Sistem THAAD dari Korea Selatan ke Timur Tengah untuk Hadapi Ancaman Rudal Iran
ilustrasi rudal--
Amerika Serikat dilaporkan memindahkan sebagian sistem pertahanan rudal canggih Terminal High-Altitude Area Defense (THAAD) dari Korea Selatan ke kawasan Timur Tengah.
Relokasi ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang ditandai dengan serangan drone serta rudal balistik dalam beberapa pekan terakhir.
Sistem Pertahanan Rudal Canggih
THAAD merupakan sistem pertahanan rudal yang dirancang untuk mencegat dan menghancurkan rudal balistik pada fase akhir penerbangannya.
Sistem ini dikembangkan oleh perusahaan pertahanan Amerika Serikat, Lockheed Martin, dengan teknologi hit-to-kill yang menghancurkan target menggunakan energi kinetik tanpa bahan peledak.
Satu unit baterai THAAD biasanya terdiri dari enam peluncur bergerak, masing-masing membawa delapan rudal pencegat, serta radar canggih untuk mendeteksi dan melacak target.
Sistem ini mampu mencegat rudal balistik jarak pendek hingga menengah, bahkan pada ketinggian sangat tinggi hingga mendekati luar atmosfer.
Harga satu baterai THAAD diperkirakan mencapai sekitar USD 1 miliar dan membutuhkan sekitar 100 personel untuk mengoperasikannya.
Dikerahkan untuk Menghadapi Serangan Iran
Langkah relokasi sistem pertahanan ini dilakukan setelah Iran meluncurkan ratusan rudal balistik sejak konflik memanas.
Beberapa laporan menyebutkan lebih dari 500 rudal balistik telah ditembakkan oleh Iran sejak perang meningkat.
Meskipun sebagian besar serangan berhasil dicegat, gelombang serangan yang terus berlangsung diyakini telah memberikan tekanan besar pada sistem pertahanan rudal Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Upaya Memperkuat Pertahanan Regional
Analis militer menilai pemindahan THAAD bertujuan memperkuat perlindungan terhadap pangkalan militer dan infrastruktur penting di Timur Tengah.
Sistem ini dianggap sangat penting karena mampu menghancurkan rudal balistik sebelum mencapai targetnya.
Beberapa pengamat juga menyebut langkah tersebut sebagai indikasi meningkatnya kebutuhan Amerika Serikat untuk memperkuat pertahanan regional.
Korea Selatan Sampaikan Kekhawatiran
Sistem THAAD sebelumnya ditempatkan di Korea Selatan sejak 2017 untuk menghadapi ancaman rudal dari Korea Utara.
Pangkalan sistem ini berada di Seongju, sekitar 220 kilometer dari Seoul.
Pemerintah Korea Selatan mengaku telah menyampaikan kekhawatiran kepada Washington terkait pemindahan sebagian sistem tersebut.
Meski demikian, pihak Seoul menegaskan bahwa langkah tersebut tidak akan secara signifikan melemahkan kemampuan pertahanan terhadap ancaman Korea Utara.
Kapasitas Pertahanan Tetap Terjaga
Kementerian Pertahanan Korea Selatan menyatakan kemampuan militer negara itu tetap cukup untuk menangkal ancaman dari Pyongyang.
Otoritas pertahanan menegaskan bahwa meskipun beberapa aset militer Amerika Serikat dipindahkan, postur pertahanan regional masih dalam kondisi aman.