Album DEADLINE Milik BLACKPINK Pecahkan Rekor Penjualan Meski Tuai Kritik Beragam
Blackpink-Instagram-
Girl group K-pop BLACKPINK mencatat pencapaian penjualan baru lewat extended play ketiga bertajuk DEADLINE. Album tersebut berhasil menembus angka sekitar 1,77 juta kopi pada pekan pertama sejak dirilis.
Data Hanteo Chart menunjukkan album yang diluncurkan pada 27 Februari itu terjual sebanyak 1.774.577 kopi hingga akhir pekan pertama. Angka tersebut melampaui capaian album studio BORN PINK yang dirilis pada 2022.
Rekor Baru Penjualan Album Girl Group K-pop
Pencapaian tersebut menjadikan DEADLINE sebagai album girl group K-pop dengan penjualan minggu pertama tertinggi hingga saat ini.
Rekor sebelumnya dipegang oleh album My World milik aespa yang mencatat penjualan sekitar 1,69 juta kopi pada Mei 2023. Sementara itu, Get Up dari NewJeans berada di posisi berikutnya dengan sekitar 1,65 juta kopi.
Album I've Mine dari IVE dan BORN PINK milik BLACKPINK melengkapi daftar lima besar penjualan minggu pertama tertinggi untuk girl group K-pop.
Pada hari pertama perilisannya, DEADLINE langsung mencatat lebih dari 1,46 juta kopi terjual. Album ini juga memuncaki tangga lagu iTunes Top Albums di 38 wilayah di seluruh dunia.
Permintaan Global Tinggi
YG Entertainment menyatakan permintaan pasar terhadap album tersebut melampaui perkiraan awal perusahaan.
Dalam penjelasan resminya, agensi menyebut produksi tambahan tengah dilakukan karena tingginya permintaan dari berbagai negara. Penjualan akhir diperkirakan masih akan terus meningkat.
Respons Kritikus Musik Terbelah
Meski mencatat keberhasilan secara komersial, DEADLINE menerima respons yang beragam dari kritikus musik internasional.
Majalah Rolling Stone menilai album tersebut menampilkan kekuatan khas BLACKPINK dalam memadukan karakter kuat dan gaya feminin. Sementara AllMusic memberikan nilai empat dari lima bintang dan menyebut album ini menampilkan beragam warna musik dari grup tersebut.
Namun tidak semua ulasan bernada positif. Pitchfork memberi skor 5,7 dari 10 dan menilai album tersebut masih mengulang formula musik lama.
Slant Magazine juga memberikan penilaian kritis dengan skor 2,5 dari lima bintang, menyebut aransemen lagu terasa terlalu terstruktur dan mudah diprediksi.