Boroujerdi menyatakan bahwa pada saat itu Khamenei sedang berupaya melawan apa yang disebutnya sebagai terorisme berbasis negara.

Sikap Tegas terhadap Israel

Boroujerdi juga menyoroti sikap Khamenei terhadap Israel yang dinilai konsisten selama bertahun-tahun.

Ia menyebut pemimpin tertinggi Iran tersebut selalu menunjukkan sikap tegas terhadap pemerintahan Israel.

"Ia adalah seorang pemimpin yang tidak pernah senyum dengan rezim Zionis Israel. Ia percaya bahwa apabila muslim ingin menjadi umat yang agung dan mulia, maka mereka harus terus mengambil sikap tegas berhadapan dengan zionis," kata Boroujerdi.

Eskalasi Konflik Iran, AS, dan Israel

Ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat setelah Israel melancarkan serangan terhadap Iran.

Serangan tersebut disebut sebagai yang kedua setelah operasi militer serupa yang terjadi pada Juni 2025.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa operasi militer dilakukan untuk melindungi warga Amerika dari ancaman yang disebut berasal dari dugaan pengembangan senjata nuklir Iran.

Menanggapi serangan tersebut, Iran kemudian meluncurkan serangan balasan menggunakan rudal yang diarahkan ke wilayah Israel serta sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah.

Eskalasi militer ini terjadi ketika perundingan terkait program nuklir Iran masih berlangsung di Jenewa antara Iran dan Amerika Serikat dengan mediasi Oman.