Di perairan sekitar Kepulauan Darwin dan Wolf, Galapagos, kawanan hiu martil bergerombol begitu padat hingga nyaris menutup cahaya matahari. Pemandangan itu menjadi bukti bahwa di beberapa taman laut, populasi hiu justru berkembang pesat.

Namun, kondisi tersebut tidak terjadi di semua kawasan konservasi. Penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal PLOS One menunjukkan perbedaan mencolok antara kawasan laut yang benar-benar dilindungi dan yang masih mengizinkan aktivitas penangkapan ikan.

Studi di Tujuh Kawasan Pasifik Tropis Timur

Simon McKinley dari Charles Darwin Foundation bersama timnya meneliti tujuh kawasan konservasi laut di Pasifik tropis timur, dari Meksiko hingga Ekuador. Penelitian ini mendapat dukungan dari inisiatif Pristine Seas.

Para peneliti menggunakan kamera bawah laut berumpan atau baited remote underwater video systems untuk memantau hiu pada kedalaman sekitar 20–25 meter. Perangkat ini menarik predator dengan umpan ikan, lalu merekam jumlah hiu yang mendekat.

Perbedaan Tajam Antara Kawasan Terpencil dan Pesisir

Di kawasan terpencil dengan larangan penangkapan ikan yang ketat—seperti Galapagos, Malpelo, Clipperton, dan Revillagigedo—jumlah hiu yang terekam konsisten tinggi.

Sebaliknya, di kawasan dekat pantai yang masih terpapar aktivitas manusia—Machalilla, Galera-San Francisco, dan Pulau Caño—jumlah hiu sangat rendah. Di tiga lokasi pesisir tersebut, peneliti hanya mencatat empat individu dalam lebih dari 30 kali pemasangan kamera.

Meski sebagian wilayah secara resmi melarang penangkapan ikan, praktik ilegal masih terjadi. Kedekatan dengan pesisir juga membuat hiu lebih rentan terhadap polusi, kerusakan habitat, dan perikanan skala kecil.

Peran Hiu dalam Menjaga Ekosistem

Hiu dikenal sebagai pengendali populasi di terumbu karang. Dengan memangsa ikan sakit atau berlebih, mereka menjaga keseimbangan ekosistem dan mencegah dominasi satu spesies.