Meski demikian, tarif untuk ekspor mobil sebesar 25 persen dan baja sebesar 50 persen berdasarkan Pasal 232 tetap berlaku.

India

India termasuk negara yang sempat dikenai tarif tinggi oleh pemerintahan Trump. Tarif yang awalnya 25 persen bahkan meningkat menjadi 50 persen terkait pembelian minyak dari Rusia.

Kemudian tercapai kesepakatan yang menurunkan tarif menjadi 18 persen untuk sejumlah ekspor utama India ke AS. Namun, sejumlah pengamat di India menyarankan agar pemerintah menunggu hasil final proses hukum sebelum melanjutkan negosiasi lebih jauh.

Kanada

Pemerintah Kanada menyambut positif putusan Mahkamah Agung AS. Meski demikian, sejumlah tarif terkait Pasal 232 untuk baja, aluminium, kayu lunak, dan mobil masih berlaku.

Pejabat Kanada menilai ada optimisme baru, tetapi ketidakpastian tetap ada mengingat dinamika kebijakan perdagangan AS yang dapat berubah dengan cepat.

Meksiko

Pemerintah Meksiko menyatakan akan mempelajari secara rinci dampak putusan tersebut terhadap kepentingan nasionalnya. Sebagai mitra dagang terbesar AS, Meksiko memiliki hubungan ekonomi yang erat dengan Washington.

Sebelumnya, Meksiko dikenai tarif hukuman terkait isu fentanil dan imigrasi ilegal, termasuk tarif untuk baja, aluminium, dan suku cadang mobil.

Prancis dan Jerman

Presiden Prancis Emmanuel Macron memuji mekanisme pengawasan dan keseimbangan dalam sistem demokrasi AS. Ia menekankan pentingnya perdagangan yang adil dan tidak tunduk pada keputusan sepihak.

Sementara itu, Kanselir Jerman Friedrich Merz menilai beban tarif terhadap perekonomian Jerman berpotensi lebih ringan setelah putusan tersebut. Ia juga menegaskan bahwa kebijakan tarif di Eropa ditentukan secara kolektif oleh Uni Eropa.

Respons berbagai negara menunjukkan bahwa kebijakan tarif AS tidak hanya berdampak domestik, tetapi juga memengaruhi stabilitas perdagangan global. Situasi ini masih berkembang seiring kemungkinan langkah lanjutan dari pemerintahan Trump.