Bea Cukai Jakarta Segel Toko Tiffany & Co di Tiga Mal, Diduga Ada Pelanggaran Impor
Jakarta — Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kantor Wilayah Jakarta melakukan penyegelan terhadap sejumlah butik perhiasan mewah Tiffany & Co di ibu kota pada Rabu, 11 Februari 2026.
Langkah tersebut dilakukan dalam rangka penindakan administratif atas dugaan pelanggaran terkait barang impor bernilai tinggi.
Operasi Barang High Value
Kepala Seksi Penindakan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kanwil Jakarta, Siswo Kristyanto, menjelaskan penindakan merupakan bagian dari operasi pengawasan terhadap high value goods atau barang bernilai tinggi.
“Kami dari Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jakarta melakukan operasi terkait barang-barang high value good, yaitu barang-barang bernilai tinggi yang kami duga terdapat barang-barang yang tidak diberitahukan kepada pemberitahuan impor barang,” ujarnya di butik Tiffany & Co di Plaza Senayan.
Menurut Siswo, pihaknya tengah mencocokkan data barang yang tersedia di gerai dengan dokumen pemberitahuan impor yang sebelumnya diajukan perusahaan.
“Jadi atas perusahaan yang saat ini sedang kami lakukan penindakan dalam rangka administratif, kami mencoba memperoleh data barang-barang yang ada di store atau outlet mereka untuk kami sandingkan dengan barang-barang yang memang sudah dilaporkan oleh mereka ketika mengajukan barang tersebut masuk ke Indonesia,” jelasnya.
Tiga Gerai Disegel
Selain gerai di Plaza Senayan, penindakan juga dilakukan terhadap butik Tiffany & Co di Plaza Indonesia dan Pacific Place.
Bea Cukai menegaskan tidak menutup kemungkinan tindakan serupa dilakukan terhadap toko perhiasan mewah lainnya di pusat perbelanjaan wilayah Jakarta apabila ditemukan indikasi pelanggaran serupa.
Tindak Lanjut Instruksi Menteri Keuangan
Penindakan ini disebut sebagai tindak lanjut atas instruksi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk menggali potensi penerimaan negara di luar mekanisme rutin kepabeanan dan cukai.
Pemeriksaan difokuskan pada aspek administratif guna memastikan kesesuaian antara barang impor yang masuk dan laporan yang disampaikan.
Profil Singkat Tiffany & Co
Tiffany & Co merupakan merek perhiasan asal Amerika Serikat yang berdiri pada 1837. Perusahaan ini dikenal luas melalui koleksi perhiasan berlian, perak sterling, dan berbagai produk mewah lainnya.
Perusahaan tersebut didirikan oleh Charles Lewis Tiffany dan John B. Young. Pada 1853, Charles L. Tiffany mengambil alih kendali dan mengarahkan fokus bisnis pada produksi perhiasan, menjadikan nama Tiffany identik dengan brand tersebut.
Pada 2021, Tiffany & Co resmi menjadi bagian dari grup LVMH.
Update Terbaru
Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
Rabu / 22-07-2026, 09:43 WIB
Chelsea Tikung Arsenal, Rekrut Morgan Rogers dengan Harga Fantastis
Rabu / 22-07-2026, 09:42 WIB
Fakta Baru Ricuh Final Piala Dunia 2026: Gavi Tinju Punggung Leandro Paredes
Rabu / 22-07-2026, 09:42 WIB
Ranking FIFA Terbaru: Spanyol Kudeta Argentina, Timnas Indonesia Jauh di Bawah
Rabu / 22-07-2026, 09:42 WIB
Nanik S Deyang Bocorkan Calon Kepala BGN Baru: Adik Saya
Rabu / 22-07-2026, 09:42 WIB
Messi Tiba di Argentina dengan Pesawat Pribadi
Rabu / 22-07-2026, 09:42 WIB
Korupsi Kebun Binatang Surabaya, Satwa Kurus hingga Mati
Rabu / 22-07-2026, 09:42 WIB
Hindari Penerbangan Terakhir, Pakar Ungkap Risiko Delay dan Gangguan
Rabu / 22-07-2026, 09:42 WIB
KATSEYE Rilis Single Baru 'Animal', Tampilkan Konsep Gelap dan Sinematik
Rabu / 22-07-2026, 09:40 WIB
Disney+ Rilis Season 2 'Made in Korea' pada September
Rabu / 22-07-2026, 09:40 WIB
Nissan Z Nismo 2027 Hadir dengan Transmisi Manual dan Harga Lebih Mahal
Rabu / 22-07-2026, 09:40 WIB
Laporan: Cadillac Siapkan Penerus CT5-V Blackwing, Nasib V8 dan Manual Masih Misteri
Rabu / 22-07-2026, 09:40 WIB
Wakapolri Tinjau SMA Kemala Taruna Bhayangkara, Lahirkan Generasi Unggul
Rabu / 22-07-2026, 09:40 WIB
Said Abdullah Soroti Rendahnya Rumah Layak Huni di Madura, Baru 71 Persen
Rabu / 22-07-2026, 09:40 WIB







