Singapura Siap Terima Empat Jet Tempur Siluman F-35B pada Akhir 2026
Perjalanan Panjang dari Evaluasi hingga Pengadaan
Keterlibatan Singapura dengan program F-35 berlangsung panjang. Pada 2003, Singapura bergabung sebagai Security Cooperation Participant untuk mengakses data teknis dan kerangka evaluasi tanpa mengambil keputusan pembelian di awal.
Setelah serangkaian pengujian operasional dan simulasi, Singapura pada 2019 mengumumkan pengadaan awal empat unit F-35B dengan opsi penambahan delapan unit. Opsi tersebut kemudian dieksekusi pada Februari 2023, sehingga total pesanan F-35B menjadi 12 unit.
Pada Februari 2024, Singapura menambah komitmen dengan delapan unit F-35A, membentuk struktur armada campuran yang dinilai lebih siap menghadapi skenario gangguan landasan sekaligus kebutuhan patroli dan operasi berkepanjangan.
Alasan Operasional Memilih F-35B dan F-35A
F-35B dipilih sebagai varian awal karena keterbatasan lahan dan sensitivitas Singapura terhadap risiko runway denial. Kemampuan STOVL membuat pesawat tetap bisa beroperasi saat landasan terbatas atau mengalami kerusakan.
Di sisi lain, F-35A diposisikan untuk misi dengan kebutuhan jangkauan dan beban muatan lebih besar. Kedua varian membawa karakter utama F-35 berupa low observability, sensor fusion, dan konsep operasi berbasis jejaring yang memungkinkan pesawat berperan sebagai simpul intelijen sekaligus platform serang.
Armada F-35 Singapura diproyeksikan beroperasi berdampingan dengan F-15SG, membentuk kombinasi yang menyeimbangkan daya tempur dan biaya siklus hidup saat F-16 secara bertahap dipensiunkan pada pertengahan 2030-an.
Latihan di AS dan Arah Penempatan
Pelatihan awal pilot dan teknisi dilakukan di Ebbing Air National Guard Base, Arkansas, untuk membangun kompetensi dalam ekosistem F-35 yang sudah matang. Penempatan pesawat di Singapura disebut mengarah ke Pangkalan Udara Tengah sekitar 2029.
Di tingkat kawasan, masuknya Singapura ke komunitas F-35 memperkuat interoperabilitas dengan operator Asia-Pasifik lain. Platform ini memungkinkan pertukaran data dan kerja sama operasi yang lebih mulus dalam latihan gabungan dan skenario kontinjensi.
Penangkal, Bukan Sinyal Eskalasi
Singapura menegaskan pengadaan F-35 sebagai kebutuhan pertahanan dan penangkalan. Pemerintah menyebut kemampuan yang dibangun ditujukan untuk memastikan kedaulatan tetap terlindungi di tengah persaingan kekuatan besar yang kian tajam di Indo-Pasifik.
Dengan kedatangan F-35B pada akhir 2026, RSAF diproyeksikan memasuki fase transformasi yang menempatkan kekuatan udara sebagai platform informasi, komando, dan serangan presisi dalam satu sistem terpadu.
Update Terbaru
Veda Ega Pratama Tembus Lima Besar Klasemen Moto3 2026
Minggu / 17-05-2026, 23:08 WIB
Saksikan Live Streaming Balapan Utama MotoGP Catalunya 2026
Minggu / 17-05-2026, 23:03 WIB
SAP Luncurkan Autonomous Enterprise di SAP Sapphire 2026
Minggu / 17-05-2026, 22:53 WIB
PUBG Mobile Gandeng Ford, Hadirkan Mustang GTD dan F-150 Raptor R
Minggu / 17-05-2026, 22:53 WIB
Energizer Rilis Baterai Koin Lithium Aman untuk Anak
Minggu / 17-05-2026, 22:48 WIB
Unitree Robotics Luncurkan Robot Mecha GD01 Komersial Pertama di Dunia
Minggu / 17-05-2026, 22:43 WIB
Aplikasi Mata-Mata Palsu di Google Play Tipu Jutaan Pengguna Android
Minggu / 17-05-2026, 22:39 WIB
OpenAI Rilis ChatGPT Finance, Fitur Kelola Keuangan Pribadi
Minggu / 17-05-2026, 22:33 WIB
Peneliti Temukan Nagatitan chaiyaphumensis, Dinosaurus Terbesar di Asia Tenggara
Minggu / 17-05-2026, 22:28 WIB
Microsoft Tunda Proyek Data Center di Kenya Akibat Pasokan Listrik
Minggu / 17-05-2026, 22:23 WIB
Pemerintah AS Klaim Amankan Empat Spesies Alien dari Puing UFO
Minggu / 17-05-2026, 22:18 WIB
GitLab Pangkas Karyawan demi Transformasi Teknologi Kecerdasan Buatan
Minggu / 17-05-2026, 22:13 WIB
Elon Musk Curi Perhatian dengan Ekspresi Jenaka di Jamuan Makan Malam Kenegaraan China
Minggu / 17-05-2026, 22:08 WIB
Elon Musk Sebut Instagram Aplikasi Khusus Perempuan, Tuai Kontroversi
Minggu / 17-05-2026, 22:03 WIB






