Setelah melakukan pemancaran atau saat terdeteksi ancaman serangan balasan, antena dapat dilipat secara otomatis dan unit radar segera berpindah lokasi. Taktik ini dirancang untuk meminimalkan risiko serangan rudal anti-radiasi.

Namun demikian, ukuran fisik radar yang masif saat dalam posisi aktif tetap menjadikannya objek yang relatif mudah terdeteksi oleh pengintaian satelit apabila tidak dilengkapi dengan kamuflase yang memadai.

Perbedaan dengan Varian Lain

Varian YLC-8B yang digunakan Iran berbeda dengan YLC-8E yang sebelumnya dipasok China ke Pakistan. YLC-8E dikenal lebih ringkas, sepenuhnya terdigitalisasi, dan dapat dioperasikan dengan konfigurasi satu kendaraan.

Sebaliknya, YLC-8B menitikberatkan pada daya pancar dan energi radar yang besar. Pendekatan ini memungkinkan radar bekerja lebih efektif dalam lingkungan peperangan elektronik yang sarat gangguan.

Kehadiran YLC-8B memperkuat lapisan pertahanan udara Iran dan berpotensi mengurangi efektivitas operasi udara berbasis teknologi siluman di kawasan. Sistem ini dinilai mampu memberikan peringatan lebih awal sebelum ancaman udara mencapai target strategis.

Penguatan radar jarak jauh tersebut menunjukkan langkah serius Iran dalam membangun sistem pertahanan udara berlapis yang mengandalkan teknologi non-Barat.