Iran Perkuat Pertahanan Udara dengan Radar YLC-8B China, Diklaim Mampu Deteksi B-2 hingga 700 Km
Konstelasi kekuatan udara di Timur Tengah kembali mengalami perubahan signifikan. Iran dilaporkan telah menerima radar pertahanan udara strategis tiga dimensi YLC-8B buatan China, yang dirancang khusus untuk mendeteksi pesawat siluman jarak jauh.
Informasi mengenai kehadiran radar tersebut mencuat dari analisis sumber terbuka dan citra satelit. Pengiriman ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat sistem peringatan dini Iran di tengah potensi ancaman serangan udara dari Amerika Serikat dan Israel.
Radar YLC-8B dikembangkan oleh China Electronics Technology Group Corporation dan beroperasi pada pita frekuensi Ultra High Frequency. Penggunaan gelombang panjang pada frekuensi ini memungkinkan radar mendeteksi pantulan tidak langsung dari struktur pesawat siluman yang selama ini sulit ditangkap radar konvensional.
Dalam spesifikasi operasionalnya, YLC-8B disebut memiliki jangkauan deteksi hingga 700 kilometer untuk sasaran udara. Kemampuan ini diklaim mencakup pesawat tempur siluman generasi terbaru hingga pembom strategis B-2 Spirit.
Kemampuan Deteksi Pesawat dan Rudal
Tidak hanya difokuskan pada pesawat siluman, YLC-8B juga berfungsi sebagai radar peringatan dini terhadap ancaman rudal balistik. Sistem ini dilaporkan mampu mendeteksi rudal balistik dari jarak sekitar 550 kilometer.
Untuk sasaran pesawat tempur non-siluman, radar ini dapat melakukan penguncian target pada jarak kurang lebih 350 kilometer dengan tingkat akurasi tinggi.
Data hasil deteksi kemudian dapat diteruskan secara langsung ke jaringan sistem pertahanan udara Iran, termasuk sistem rudal jarak jauh yang digunakan untuk melakukan intersepsi.
Mobilitas Tinggi dan Taktik Bertahan
Salah satu keunggulan YLC-8B terletak pada mobilitasnya. Meski memiliki antena berukuran sangat besar, radar ini dipasang pada kendaraan berat berpenggerak delapan roda yang memungkinkan perpindahan cepat.
Update Terbaru
Nenek Streamer Minecraft Jadi Korban Prank Laporan Palsu Polisi
Rabu / 03-06-2026, 06:50 WIB
Harga Minyak Dunia Menguat, Ketegangan di Selat Hormuz Jadi Sorotan
Rabu / 03-06-2026, 06:50 WIB
Rupiah Fluktuatif, Simak 5 Penyebab Utama Nilai Tukar Naik Turun di 2026
Rabu / 03-06-2026, 06:50 WIB
BianGindas Rilis Album Engkaulah Nyawaku, Persembahan Spesial untuk Penggemar
Rabu / 03-06-2026, 06:49 WIB
Viral: Komplotan Pencuri Durian Diarak Warga Sambil Bawa Barang Bukti
Rabu / 03-06-2026, 06:49 WIB
Syarat dan Cara Daftar Lisensi Nobar Piala Dunia 2026 Resmi
Rabu / 03-06-2026, 06:49 WIB
Jadwal Indonesia Open 2026: 10 Wakil Indonesia Rebut Tiket 16 Besar
Rabu / 03-06-2026, 06:48 WIB
Bukan Mbappe atau Ronaldo, Inilah Striker Paling Tajam di Piala Dunia 2026
Rabu / 03-06-2026, 06:48 WIB
Dimas Adi dan Arkhan Kaka Jadi Kunci Kemenangan Timnas U19 Indonesia
Rabu / 03-06-2026, 06:48 WIB
6 Rekomendasi Media Belajar Bahasa Korea Terbaru 2026, Tak Cuma Drakor!
Rabu / 03-06-2026, 06:48 WIB
Daftar Jurusan SMK di SPMB Jakarta 2026 Terbaru, Cek Syarat Khususnya!
Rabu / 03-06-2026, 06:48 WIB
Trans Luxury Hotel Surabaya, Pilihan Menginap Mewah 20 Menit dari Bandara Juanda
Rabu / 03-06-2026, 06:48 WIB
Garena Rilis Pembaruan FF Kipas Beta OB51 Tekan Masalah Lag dan HP Panas
Rabu / 03-06-2026, 06:45 WIB
Segera Dilantik, Nanik S. Deyang Diminta Percepat Program MBG
Rabu / 03-06-2026, 06:45 WIB






