Zulkifli Hasan Kembali Jadi Sorotan: Video Lawas dengan Harrison Ford Soal Hutan Sumatera Viral, Warganet Geram
Sementara itu, akun @helsijesanova_ menyampaikan sindiran menyentuh: “Kalau saya jadi Bapak, saya malu dan mundur jadi Ketum dan Menteri. Coba bayangkan, sudah berapa banyak hewan yang mati, bahkan manusia yang meninggal akibat kerakusan genk Bapak? Tobat, Pak.”
Bahkan ada yang menyebut bahwa pemerintah pusat, termasuk Zulkifli Hasan, terkesan abai terhadap isu lingkungan. “Dia sama sekali gak ikut berduka. Gak ada postingan empati dari pemerintah pusat. Gapapa, Pak, di akhirat nanti Allah akan minta pertanggungjawaban,” kata @debysalshabila.
Jejak Lingkungan dan Pertanggungjawaban Publik
Kasus ini bukan hanya soal video lama yang kembali viral. Ia menyentuh isu yang jauh lebih besar: tanggung jawab pejabat publik terhadap kelestarian lingkungan dan hubungan antara kekuasaan politik dengan kepentingan bisnis—sebuah kritik yang justru datang dari seorang aktor asing, bukan dari dalam negeri.
Tesso Nilo, yang dulunya menjadi habitat penting bagi harimau Sumatera dan gajah Sumatera, kini tinggal puing. Menurut data Walhi dan berbagai lembaga lingkungan, deforestasi masif di kawasan tersebut berkaitan erat dengan ekspansi perkebunan kelapa sawit dan konversi lahan ilegal. Banyak yang menilai bahwa kebijakan sektor kehutanan pada masa itu—di mana Zulkifli Hasan memegang kendali—justru mempercepat kerusakan tersebut.
Refleksi di Tengah Krisis Iklim Global
Di tengah meningkatnya bencana iklim—dari kebakaran hutan hingga banjir ekstrem—publik kini lebih kritis terhadap rekam jejak para pemimpin. Momen viral ini menjadi cermin bagi masyarakat: apakah negara kita sungguh-sungguh berkomitmen menjaga paru-paru dunia, atau hanya mengulang narasi tanpa aksi nyata?
Bagi Zulkifli Hasan, tekanan publik ini bukan hanya soal reputasi pribadi, tapi juga ujian atas integritas dan keseriusannya dalam memperbaiki warisan kebijakan masa lalu. Apalagi, kini ia menjabat di posisi strategis sebagai Menteri Perdagangan—jabatan yang turut menentukan arah kebijakan ekspor komoditas seperti kelapa sawit, yang kerap dikaitkan dengan deforestasi.
Update Terbaru
Nico Paz Kecam Hoaks Cedera Lutut Usai Bela Argentina
Kamis / 11-06-2026, 01:24 WIB
Portugal Bawa Skuad Mentereng ke Piala Dunia 2026, tapi Sorotan Tetap ke Cristiano Ronaldo
Kamis / 11-06-2026, 01:12 WIB
Nomad Luncurkan Aksesori Stellar Orange Sambut Tren iPhone 17 Pro
Kamis / 11-06-2026, 01:09 WIB
Pemilik Properti di Portland Temukan Ribuan Ban Ilegal di Lahan Baru
Kamis / 11-06-2026, 01:06 WIB
Pakistan Tantang Afghanistan di Final Diamond Jubilee Tournament 2026
Kamis / 11-06-2026, 01:06 WIB
Realme P4R 5G Resmi Meluncur dengan Baterai 8.000 mAh dan Sertifikasi Militer
Kamis / 11-06-2026, 01:05 WIB
Pakistan Hadapi Afghanistan pada Final Diamond Jubilee 2026
Kamis / 11-06-2026, 01:04 WIB
Polri Hidupkan Lagi Satgas Anti-Mafia Bola Cegah Judi Online
Kamis / 11-06-2026, 01:04 WIB
Oppo Reno 16 Global Terendus di Geekbench, Bawa Snapdragon 7 Gen 4
Kamis / 11-06-2026, 00:56 WIB
Sean Gelael dan Team WRT 32 Siap Tempur di 24 Hours of Le Mans
Kamis / 11-06-2026, 00:56 WIB
Pemerintah Pastikan Harga BBM dan LPG Subsidi Tidak Naik
Kamis / 11-06-2026, 00:36 WIB
Bogor Hornbills Kalahkan Satria Muda Bandung di Semifinal IBL 2026
Kamis / 11-06-2026, 00:36 WIB
Byon Combat Gelar Byon Madness Vol 4 di Spike Air Dome PIK 2
Kamis / 11-06-2026, 00:31 WIB
Akio Toyoda Akui Ketakutannya pada Masa Depan Mobil Listrik
Kamis / 11-06-2026, 00:28 WIB






