Zulkifli Hasan Kembali Jadi Sorotan: Video Lawas dengan Harrison Ford Soal Hutan Sumatera Viral, Warganet Geram
Zulkifli Hasan Kembali Jadi Sorotan: Video Lawas dengan Harrison Ford Soal Hutan Sumatera Viral, Warganet Geram
Nama Menteri Perdagangan sekaligus Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, kembali mencuat di jagat media sosial. Bukan karena prestasi terbaru, melainkan karena viralnya sebuah cuplikan dokumenter lawas berjudul Years of Living Dangerously yang kembali beredar luas di platform digital. Video tersebut, yang pertama kali dirilis pada 2014 atau sekitar 11 tahun lalu, menampilkan momen mengharukan sekaligus menohok antara Zulkifli Hasan—saat itu menjabat sebagai Menteri Kehutanan—dengan aktor Hollywood ternama, Harrison Ford.
Dalam cuplikan itu, Harrison Ford, yang juga dikenal sebagai aktivis lingkungan, terlihat menegur Zulkifli Hasan secara langsung di lokasi Taman Nasional Tesso Nilo, Riau, Sumatera. Adegan tersebut kini kembali menjadi bahan perbincangan hangat di media sosial, terutama di Instagram, platform di mana Zulkifli kerap membagikan aktivitasnya. Namun, kali ini kolom komentarnya dipenuhi oleh kekecewaan, amarah, bahkan sindiran pedas dari warganet.
Dialog yang Mengguncang: “Ini Bukan Amerika, Tapi Hutan Kita yang Rusak”
Dalam dokumenter tersebut, Harrison Ford terlihat tak mampu menyembunyikan kekecewaannya melihat betapa parahnya kerusakan hutan di Tesso Nilo—sebuah kawasan yang seharusnya dilindungi sebagai taman nasional. Dengan nada serius, ia mengungkapkan fakta yang mencengangkan: dalam kurun waktu 15 tahun sebelum wawancara itu, 80% hutan di Sumatera telah dieksploitasi secara komersial.
“Banyak orang Indonesia mengatakan kepada kami, ‘Tuan, ini karena hubungan yang terlalu kuat antara bisnis dan politik di negeri ini,’” ujar Ford, mengutip pernyataan warga lokal.
Yang paling menjadi sorotan adalah reaksi Zulkifli Hasan dalam video itu. Di tengah penjelasan Ford tentang kondisi hutan yang nyaris hancur—hanya tersisa 18% dari luas aslinya, jalan ilegal yang dibuka, pohon-pohon tumbang, bahkan terbakar di lokasi—Zulhas terlihat tersenyum. Ekspresi itulah yang kini memicu gelombang kecaman.
“Kami berada di Tesso Nilo, Taman Nasional. Oke, itu tidak lucu. Hanya 18 persen yang tersisa. Kami melihat jalan baru—jalan ilegal—penebangan pohon tergeletak di tanah, bahkan terbakar di tempat mereka jatuh. Itu menghancurkan. Itu memilukan. Dan Anda melihatnya,” tegas Ford, menatap langsung Zulkifli Hasan.
Pembelaan Zulkifli: “Kami Baru Saja Berdemokrasi”
Dalam wawancara tersebut, Zulkifli Hasan tidak tinggal diam. Ia mencoba menjelaskan bahwa konteks Indonesia pada masa itu sangat berbeda dengan negara maju seperti Amerika Serikat. Menurutnya, Indonesia baru saja keluar dari era otoritarian dan memasuki fase awal demokrasi pasca-Reformasi 1998.
“Ini bukan Amerika, memang berbeda. Kami baru mengalami apa yang disebut dengan reformasi. Oleh karena itu, kami buat program untuk mencoba memindahkan mereka, mencari lahan pengganti,” ujarnya saat itu.
Namun, penjelasan tersebut kini dianggap tidak lagi relevan oleh publik, terutama di tengah meningkatnya kesadaran global tentang krisis iklim dan kehancuran ekosistem. Banyak warganet menilai bahwa senyum Zulkifli di tengah bencana lingkungan menunjukkan kurangnya empati dan tanggung jawab moral terhadap kelestarian alam Indonesia.
Banjir Kritik di Media Sosial
Viralnya kembali video tersebut memicu gelombang kecaman di akun Instagram resmi Zulkifli Hasan, @zul.hasan. Kolom komentar unggahan terbarunya dipenuhi oleh komentar pedas yang menuntut pertanggungjawaban—baik secara duniawi maupun akhirat.
“Masih malu saya, Pak, lihat wawancara Bapak di tahun 2013 malah cengar-cengir,” tulis akun @paiihehe.
Akun @_laaaaaataniya17 menambahkan, “Pak, perbuatanmu harus dipertanggungjawabkan di dunia dan di akhirat.”
Update Terbaru
Siliwangi Open 2026: Turnamen Padel di Bandung Hadirkan Hadiah Rp125 Juta
Kamis / 11-06-2026, 00:00 WIB
Timnas Cricket Putri Indonesia Tembus Semifinal ACC Premier Cup 2026
Rabu / 10-06-2026, 23:56 WIB
Candra Wijaya Gelar Doubles Special Championships 2026 Demi Regenerasi Ganda Bulutangkis
Rabu / 10-06-2026, 23:56 WIB
Xiaomi Catat Rekor Nurburgring dengan Mobil Otonom, Waktu Masih Misteri
Rabu / 10-06-2026, 23:46 WIB
Mengenal Tanda Hubungan Asmara yang Suportif dan Menenteramkan
Rabu / 10-06-2026, 23:46 WIB
PSSI Siap Hukum Suporter yang Intimidasi Beckham Putra
Rabu / 10-06-2026, 23:44 WIB
Nano Machine Chapter 317 Wow! Ini Hal yang Perlu Diingat
Rabu / 10-06-2026, 23:40 WIB
Portugal Resmi Bawa Cristiano Ronaldo ke Piala Dunia 2026
Rabu / 10-06-2026, 23:35 WIB
Jay Idzes Bela Beckham Putra Usai Jadi Korban Ujaran Kebencian Suporter
Rabu / 10-06-2026, 23:31 WIB
Joe Cole Desak Chelsea Segera Rekrut Marcus Rashford dari Manchester United
Rabu / 10-06-2026, 23:16 WIB
BTN Dorong Mahasiswa Unpad Perkuat Literasi Keuangan Digital
Rabu / 10-06-2026, 23:11 WIB
BYD Masuk Daftar Perusahaan Militer China Versi Pentagon
Rabu / 10-06-2026, 23:08 WIB
YLKI Soroti Kenaikan Harga Pertamax, Minta Transparansi dan Perlindungan Konsumen
Rabu / 10-06-2026, 23:08 WIB
Baca Nano Machine Chapter 316 Sub Indo English Raw Bahasa Indonesia, Langsung Gas!
Rabu / 10-06-2026, 23:05 WIB






