NO SENSOR! Video Mabar Bu Ida Tuban Durasi 9 Menit 30 Detik di Videy, Kini jadi Buruan Natizen: Ini Fakta Sebenarnya!
NO SENSOR! Video Mabar Bu Ida Tuban Durasi 9 Menit 30 Detik di Videy, Kini jadi Buruan Natizen: Ini Fakta Sebenarnya!
Dunia maya kembali digemparkan oleh sebuah narasi yang beredar luas di platform media sosial, khususnya TikTok dan X (dulu Twitter). Sebuah klaim tentang video berdurasi 9 menit 30 detik yang menampilkan seorang guru perempuan bernama Ida dari Tuban sedang “mabar” bersama rekan kerjanya tiba-tiba menjadi buah bibir warganet. Namun, benarkah video tersebut benar-benar ada? Atau justru hanya akal-akalan netizen yang ingin mencari perhatian?
Awal Mula Viralnya Isu “Mabar Bu Ida Tuban”
Segalanya bermula dari unggahan akun TikTok @cilomut yang mengklaim telah menemukan video kontroversial tersebut. Dalam keterangan videonya, akun tersebut menulis narasi dramatis yang langsung menyedot perhatian ribuan pengguna:
“Inilah guru Tuban yang viral 9 menit 30 detik, kontrakannya digerebek oleh para warga. Ceritanya tuh gini, awal mula mereka teman kerja sebagai guru, setelah lama kenal akhirnya timbul hasrat dari dua orang ini. Malam tanggal 7-10-2025 mereka mabar di kontrakan Bu Ida, dan ketika mabar digerebek oleh para warga. Parah banget, padahal Pak gurunya sudah punya istri.”
Unggahan ini langsung meledak. Dalam waktu singkat, video tersebut telah ditonton lebih dari 374 ribu kali dan dibanjiri komentar penasaran dari warganet. Tagar seperti #idaparengantuban, #beritatiktok, #fyp, dan #parengantuban pun ramai digunakan, mempercepat penyebaran narasi ini ke berbagai penjuru platform.
Apa Itu “Mabar”? Makna yang Disalahpahami
Bagi sebagian besar pengguna internet, istilah “mabar” biasanya merujuk pada aktivitas “main bareng”, terutama dalam konteks bermain game online seperti Mobile Legends, Free Fire, atau PUBG. Namun, dalam konteks unggahan @cilomut, makna “mabar” tampaknya sengaja dimainkan untuk menciptakan kesan ambigu—seolah-olah mengacu pada aktivitas yang tidak senonoh.
Hal ini memicu kebingungan dan rasa penasaran di kalangan netizen. Banyak yang bertanya-tanya: “Apa sih sebenarnya yang dimaksud mabar di sini?” Bahkan, beberapa komentar menunjukkan kekhawatiran bahwa istilah tersebut sengaja dipakai untuk menutupi konten sensitif.
Warganet Penasaran, Tapi Tak Bisa Menemukan Videonya
Kolom komentar di unggahan @cilomut pun dibanjiri pertanyaan dari netizen yang ingin melihat langsung video tersebut:
“Liatnya di mana sih bang?” — @vellic_17
“Udh liat di akunnya denazm1,” — @Yolass1235
“Baru aja liat di akun TikTok buava1,”* — @buidaviral1
“W ketinggalan mulu perasaan,” — @sii_jutex
Namun, setelah ditelusuri lebih lanjut oleh tim redaksi, tidak ditemukan satu pun akun yang benar-benar mengunggah video berdurasi 9 menit 30 detik seperti yang disebutkan. Akun-akun yang diklaim sebagai sumber—seperti denazm1 atau buava*1—tidak menampilkan konten apa pun terkait Bu Ida Tuban. Bahkan, beberapa akun tersebut justru kosong atau hanya berisi konten biasa tanpa relevansi dengan isu ini.
Foto Guru di Kelas Jadi Bukti? Ternyata Hanya Tangkapan Layar Biasa
Salah satu “bukti” yang beredar adalah tangkapan layar seorang perempuan yang diduga Bu Ida sedang mengajar di dalam kelas. Namun, gambar tersebut tidak memiliki keterangan waktu, lokasi, atau identitas yang jelas. Tidak ada tanda air (watermark) resmi dari sekolah atau instansi pendidikan, dan wajah sang guru pun tidak bisa diverifikasi sebagai Ida dari Tuban.
Fenomena ini mengingatkan kita pada kasus-kasus hoaks serupa di masa lalu, di mana foto atau video lama diambil di luar konteks lalu disebarkan sebagai “bukti” suatu skandal.
Tuban Digemparkan, Tapi Pihak Sekolah dan Dinas Pendidikan Belum Merespons
Hingga berita ini diturunkan, tidak ada pernyataan resmi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban maupun pihak sekolah tempat Bu Ida mengajar (jika memang benar-benar ada). Tidak pula ada laporan polisi atau konfirmasi dari warga setempat mengenai adanya penggerebekan di sebuah kontrakan pada tanggal 7 Oktober 2025—yang notabene masih berada di masa depan.
Ya, Anda tidak salah baca: tanggal kejadian yang disebut dalam narasi adalah 7 Oktober 2025, padahal saat ini masih tahun 2024. Ini menjadi salah satu indikasi kuat bahwa narasi tersebut dibuat-buat dan tidak berdasarkan fakta nyata.
Update Terbaru
Tiga Peserta Latsarmil KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Program Dihentikan
Jumat / 26-06-2026, 01:14 WIB
KPK Geledah BPK Sumsel, Dokumen Perubahan Opini WDP ke WTP Disita
Jumat / 26-06-2026, 01:14 WIB
Cara Cerdas Memilih Aplikasi Game Penghasil Saldo DANA Terpercaya di 2026
Jumat / 26-06-2026, 01:11 WIB
3 Kendala Utama Pencairan Dana Bansos PKH BPNT 2026 dan Cara Mengatasinya
Jumat / 26-06-2026, 01:11 WIB
Rumah BUMN SIG Catat Transaksi Rp6,9 Miliar, Dampingi 580 UMKM
Jumat / 26-06-2026, 00:55 WIB
Jokowi Tak Akan Ungkap Sosok 'Orang Kuat' di Balik Roy Suryo dan Dokter Tifa
Jumat / 26-06-2026, 00:51 WIB
Mantan Ketua BEM UGM Tiyo Buka Suara soal Banjir Laporan ke Polisi
Jumat / 26-06-2026, 00:50 WIB
Menteri ESDM Bahlil Kesal PLN Terlambat Antisipasi Pasokan Batu Bara
Jumat / 26-06-2026, 00:50 WIB
John Byrne Kembali ke X-Men dengan Seri Novel Grafis Elsewhen
Jumat / 26-06-2026, 00:49 WIB
One Piece dan G2 Esports Rilis Koleksi Streetwear Gear 5 Edisi Terbatas
Jumat / 26-06-2026, 00:49 WIB
GMC Sierra 2027 Hadir dengan Mesin V8 Baru dan Layar Raksasa 60 Inci
Jumat / 26-06-2026, 00:49 WIB
Waktu Minum Obat Hipertensi: Pagi atau Malam? Ini Kata Dokter
Jumat / 26-06-2026, 00:49 WIB
Komunitas Abad ke-7 di Gua Spanyol Terisolasi 500 Tahun, Ditemukan Jejak Kekerasan dan Cacar
Jumat / 26-06-2026, 00:48 WIB
DJI Osmo Pocket 4P vs Insta360 Luna Ultra: Pertarungan Kamera Saku
Jumat / 26-06-2026, 00:47 WIB






