Uya Kuya Minta Maaf dan Hapus Video Usai Ditegur Korban Kebakaran Saat Bikin Konten Rumah Kebakaran LA
Menurut Uya, pembuatan video tersebut bertujuan untuk meluruskan informasi terkait kebakaran, mengingat banyaknya foto dan video hoaks yang beredar di media sosial. Namun, setelah menerima protes dari Carolina, ia memutuskan untuk menghapus video tersebut.
“Di video itu, setelah dia menjelaskan, kami langsung bilang, ‘Oh iya, maaf,’ dan segera menghapusnya. Kami juga sudah mengatakan, ‘We understand, sorry,’ dan langsung cabut,” jelasnya.
Salah Paham Karena Bahasa?
Uya juga menyampaikan bahwa kesalahpahaman tersebut kemungkinan terjadi karena ia dan timnya berbicara dalam bahasa Indonesia selama di lokasi. Hal ini membuat warga setempat mungkin salah menafsirkan maksud mereka.
“Mungkin dia pikir kami ini scammer yang memanfaatkan situasi, karena kami berbicara dalam bahasa Indonesia, jadi dia tidak mengerti. Mereka mungkin mengira kami memanfaatkan rumah-rumah korban untuk mencari donasi,” tambah Uya.
Sudah Kantongi Izin dari Pihak Berwenang
Sebagai bentuk tanggung jawab, Uya memastikan bahwa sebelum merekam video, ia telah meminta izin dari pihak berwenang, termasuk polisi dan FBI. Ia juga menegaskan bahwa timnya tidak melewati area yang telah diberi garis kuning oleh otoritas setempat.
“Kita sudah izin, dan lokasi yang kita rekam juga bukan area terlarang. Kami sangat menghormati aturan di sana,” pungkasnya.
Respons Publik dan Pelajaran yang Dipetik
Aksi Uya Kuya ini memicu perdebatan di media sosial. Sebagian pihak mengecam tindakannya, sementara yang lain mengapresiasi klarifikasi yang diberikan. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya sensitivitas dalam menghadapi situasi tragedi, terutama di era digital di mana segala sesuatu dapat dengan cepat menjadi perhatian publik.
Uya berharap insiden ini dapat menjadi pelajaran bagi dirinya dan orang lain untuk lebih berhati-hati dalam membuat konten di masa depan. "Intinya, kami tidak ada niat buruk. Semoga ini bisa jadi pembelajaran untuk semuanya," tutupnya.***
Update Terbaru
Dugaan Pelanggaran Etika Penagihan, OJK Panggil Dua Fintech Ini
Selasa / 28-07-2026, 22:07 WIB
Lewat Kanal Komunitas, FWD Insurance Permudah Pembelian Polis Bersama
Selasa / 28-07-2026, 22:07 WIB
Apindo Minta Transisi Gubernur BI Baru Cepat Agar Rupiah Stabil
Selasa / 28-07-2026, 22:00 WIB
APINDO Desak RUU Ketenagakerjaan 2026 Pro Investasi demi Daya Saing ASEAN
Selasa / 28-07-2026, 22:00 WIB
7 Anime Bertema Iblis Paling Seru, dari Demon Slayer hingga Devilman Crybaby
Selasa / 28-07-2026, 22:00 WIB
Apa Itu Mutualan? Istilah Gaul di Media Sosial yang Wajib Kamu Tahu
Selasa / 28-07-2026, 22:00 WIB
Tonton Gratis di YouTube: 10 Anime Isekai Terbaik untuk Pemula
Selasa / 28-07-2026, 21:57 WIB
Mekanisme dan Efek Mematikan Jutsu Shiki Fūjin, Segel Jiwa Milik Klan Uzumaki
Selasa / 28-07-2026, 21:56 WIB
Livery BUSSID: 78 Desain Keren dari Berbagai PO Bus Indonesia
Selasa / 28-07-2026, 21:56 WIB
Mengenal Zeno, Karakter Baru Resident Evil Requiem yang Mirip Albert Wesker
Selasa / 28-07-2026, 21:56 WIB
Fitur Google Meet yang Saya Abaikan, Kini Wajib Digunakan Sebelum Rapat
Selasa / 28-07-2026, 21:49 WIB
Samsung Galaxy S27 Siap Hadirkan Baterai Silikon-Karbon, Upgrade yang Paling Dibutuhkan
Selasa / 28-07-2026, 21:49 WIB
Samsung Galaxy Z Fold 8 Lebih Tipis tapi Wajib Pakai Case untuk Qi2, Ini Masalahnya
Selasa / 28-07-2026, 21:49 WIB
Panduan Soal Pendapatan Nasional: Rumus dan Contoh Perhitungan GDP hingga DI
Selasa / 28-07-2026, 21:49 WIB







