Ia menyumbang US$150.000 untuk pembangunan Raffles College dan menjadi donatur utama kegiatan kemanusiaan.

>>> John Mayer Sumbang Rp90 Miliar untuk Riset PTSD, Fokus pada Kualitas Tidur

Oei meninggal pada 6 Juli 1924. Setelah itu, kejayaan bisnisnya mulai goyah.

Pada 1961, pemerintah Indonesia menuntut OTHC karena melanggar peraturan valuta asing.

Pengadilan Semarang memutus OTHC bersalah. Pada 10 Juli 1961, seluruh aset OTHC dan keluarga Oei disita.

Hasil penyitaan menjadi modal pendirian BUMN tebu PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) pada 1964.

Setelah pengambilalihan negara, jejak bisnis OTHC hilang. Keturunan Oei pun tidak lagi terdengar.

Namun, namanya tetap abadi di Singapura.

>>> X Money Resmi Hadir di AS: Bunga 6% APY, Kartu Debit Visa, dan Asuransi FDIC

Di National University of Singapore, terdapat gedung bernama Oei Tiong Ham Building. Selain itu, ada jalan Oei Tiong Ham Park di kota tersebut.