>>> Geely Okavango Terdaftar di PDKI, Siap Jadi SUV 7-Seater Baru di Indonesia

Meski demikian, OnePlus tetap beroperasi di India yang menjadi pasar utamanya. Perusahaan juga menjamin dukungan purnajual dan pembaruan software untuk perangkat yang sudah beredar di Amerika dan Eropa.

Dulu dikenal sebagai 'flagship killer' dengan harga terjangkau, OnePlus kini menghadapi persaingan ketat dari Xiaomi, Redmi, dan Poco.

Identitasnya pun semakin kabur setelah OxygenOS digantikan ColorOS milik Oppo.

Realme Kembali ke Pelukan Oppo dan Tinggalkan China

Sejak awal Januari 2026, Realme resmi menjadi sub-brand Oppo di bawah naungan BBK Electronics. Langkah ini bertujuan menggabungkan sumber daya dan memangkas biaya operasional.

VP Realme China, Xu Qi, mengumumkan bahwa perusahaan akan menghentikan sementara operasional di pasar China. Realme akan fokus ke pasar utama seperti India, Asia Tenggara, dan Eropa.

Realme UI juga resmi berhenti. Smartphone Realme kini menggunakan ColorOS milik Oppo untuk merampingkan pengembangan software dan proses update.

Keputusan ini terbilang ironis mengingat Realme baru masuk ke China pada 2019.

Namun, persaingan ketat dengan Huawei, Xiaomi, Oppo, Vivo, dan Apple membuat biaya operasional di sana sangat tinggi.

Stok smartphone Realme yang tersisa di China akan terus dijual hingga habis, diperkirakan sekitar November 2026. Layanan garansi akan ditangani oleh jaringan Oppo.

>>> Jaecoo J5 Buktikan Keunggulan dengan Jarak Tempuh 460 km dan Hemat 88%

Bocoran dari leakster Digital Chat Station menyebutkan Realme GT 9 dan Neo 9 tidak akan diluncurkan tahun ini.

Realme disebut akan mengandalkan Number Series untuk pasar global.

Nothing Lakukan Restrukturisasi, Bantah Tutup Pasar