Kompetisi tahun ini diikuti 78 negara, masing-masing mengirimkan maksimal empat peserta. Pengalaman bertanding di tingkat internasional menjadi bekal penting bagi para siswa.

Kepala SMA Kristen BPK Penabur Gading Serpong, Kristina Tarigan, menyebut keberhasilan Jonathan merupakan hasil kerja keras, konsistensi, serta kolaborasi antara pembina, sekolah, dan keluarga.

Sekolah memberikan pembinaan khusus melalui program Brilliant Class yang memadukan kurikulum nasional, Cambridge, dan olimpiade.

Ayah Jonathan, Deni, mengatakan dukungan keluarga difokuskan pada kesiapan mental dan fisik. “Kami bangga atas prestasi Jonathan.

Saya berharap anak-anak Indonesia terus percaya diri dan tidak takut bermimpi,” ujarnya.

>>> Kekalahan Beruntun di Piala AFF 2026, Pemain Naturalisasi Kamboja Dikritik Fans

Prestasi ini membuktikan bahwa pembinaan talenta berkelanjutan mampu melahirkan generasi muda berdaya saing global. Kemendikdasmen melalui Puspresnas akan terus memperkuat pembinaan.