Di lapangan, Mitchell menempati posisi sebagai penyerang tengah (striker). Ia dikenal sebagai pemain yang dominan menggunakan kaki kanannya, namun tetap memiliki fleksibilitas untuk mengolah bola dengan baik di kedua sisi. Postur tubuhnya yang atletis, dikombinasikan dengan kecepatan dan insting mencetak gol yang tajam, menjadikannya momok menakutkan bagi lini pertahanan lawan.
 
Menempa Diri di Kompetisi NCAA Amerika Serikat
 
Sebelum dipanggil membela Timnas Indonesia, Mitchell menempa kemampuan sepak bolanya di benua Amerika. Ia tercatat sebagai bagian dari tim sepak bola Georgetown University yang berlaga di kompetisi National Collegiate Athletic Association (NCAA) Amerika Serikat.
 
Berkarier di liga kampus bergengsi AS memberikan Mitchell keunggulan tersendiri. Ia terbiasa dengan intensitas pertandingan yang tinggi, manajemen waktu yang ketat antara akademik dan olahraga, serta budaya kompetisi yang sangat ketat. Pengalaman inilah yang kini ia bawa ke Timnas Indonesia, memberikan dimensi baru pada kualitas serangan Skuad Garuda.
 
Akar Indonesia dan Perjalanan Naturalisasi
 
Di balik paspor Australia yang melekat sejak lahir, Mitchell memiliki ikatan emosional dan darah yang kuat dengan Indonesia. Ia mendapatkan hak kewarganegaraan melalui garis ibu, Maureen Lee Baker.
 
Lebih jauh lagi, kakek dan nenek dari pihak ibu Mitchell diketahui lahir dan besar di Indonesia. Fakta silsilah keluarga inilah yang menjadi dasar hukum kuat sehingga ia memenuhi syarat untuk menjalani proses naturalisasi sesuai dengan regulasi yang ditetapkan oleh PSSI dan pemerintah Indonesia.
 
Perjuangan panjang tersebut akhirnya bermuara pada momen bersejarah pada 13 Juli 2026 lalu. Mitchell resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) setelah mengucapkan sumpah dan janji kewarganegaraan dengan penuh khidmat. Sejak saat itu, ia tidak lagi dianggap sebagai pemain asing, melainkan sebagai putra bangsa yang siap berkorban untuk mengharumkan nama Indonesia.