3. Rafael Grossi (Argentina) – Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

>>> Misteri Kematian Sutrimo di Depan Klinik Kecantikan Kebayoran Baru: Polisi Usut Tuntas, Diduga Terkait Mantan Pejabat Kejagung

4. Rebeca Grynspan (Kosta Rika) – Sekretaris Jenderal Konferensi PBB tentang Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD).

5. Carolyn Rodrigues-Birkett (Guyana) – Mantan Menteri Luar Negeri Guyana dan mantan Direktur Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO).

6. Macky Sall (Senegal) – Presiden Senegal yang telah memimpin sejak 2012.

7. Olara Otunnu (Uganda) – Mantan Wakil Sekjen PBB dan mantan Menteri Luar Negeri Uganda.

Proses Pemilihan dan Jadwal Pemungutan Suara

Langkah selanjutnya dalam proses seleksi ini adalah pemungutan suara tertutup yang akan digelar oleh 15 anggota Dewan Keamanan PBB pada 30 Juli 2026.

Pemungutan suara awal, yang dikenal dengan istilah straw poll, dilakukan secara anonim. Tujuannya adalah untuk mengukur tingkat dukungan terhadap masing-masing kandidat tanpa tekanan politik yang terlalu besar.

Straw poll ini dapat diikuti oleh sejumlah putaran serupa hingga muncul satu kandidat yang memenuhi syarat.

Syarat utama untuk lolos adalah mendapatkan sedikitnya sembilan suara dari 15 anggota Dewan Keamanan, serta tidak mendapat veto dari salah satu dari lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB, yaitu Amerika Serikat, Inggris, China, Prancis, dan Rusia.

Kelima negara ini memiliki hak veto yang dapat menggagalkan pencalonan siapa pun.

Setelah seorang kandidat berhasil melewati tahap di Dewan Keamanan, namanya akan diajukan kepada Majelis Umum PBB yang terdiri dari 193 negara anggota untuk ditetapkan secara resmi sebagai Sekretaris Jenderal.

>>> Tragedi Tabanan: Nyawa Melayang Gara-Gara Ayam Aduan, Tangis Pilu Anak SD di Depan Jenazah Ayah Bikin Merinding

Jika semua proses berjalan lancar, sekretaris jenderal terpilih dijadwalkan mulai menjabat pada 1 Januari 2027, menggantikan António Guterres yang telah memimpin PBB sejak 2017.