Pemakaman KD, pria yang tewas dikeroyok massa usai diduga mencuri ayam di Tabanan, Bali, diwarnai tangis pilu keluarga.

Sebuah video yang viral di media sosial merekam anak perempuan dari korban pengeroyokan itu menangisi jasad ayahnya.

>>> Tragedi Tabanan: Nyawa Melayang Gara-Gara Ayam Aduan, Tangis Pilu Anak SD di Depan Jenazah Ayah Bikin Merinding

I Made Sutama selaku Perbekel atau Kepala Desa Sidetapa, desa asal korban, mengonfirmasi peristiwa pilu tersebut. Dia berkata korban diketahui meninggalkan tiga orang anak.

Anak pertama telah berkeluarga, sementara anak kedua masih duduk di bangku kelas 1 SMA dan anak bungsunya masih bersekolah di kelas 1 SD.

"Anaknya ada tiga.

Satu masih sekolah SD dan satu masih sekolah SMA yang paling besar sudah menikah," kata Sutama saat dihubungi Minggu (26/7).

Ia menyayangkan peristiwa yang berujung pada hilangnya nyawa tersebut. Menurutnya, dugaan tindak pidana seharusnya diserahkan kepada aparat penegak hukum, bukan diselesaikan dengan aksi main hakim sendiri.

"Kesalahan orang pasti ada, tetapi janganlah gara-gara hanya mencuri ayam sampai menghilangkan nyawa orang," imbuhnya.

Sutama mengaku terpukul saat menjemput jenazah korban dan menyaksikan langsung kesedihan anak-anak yang kehilangan sosok ayah. "Saya sedih sekali melihat anak-anaknya menangis," ujarnya.

Di tengah duka tersebut, ia menyampaikan pihak keluarga memilih menerima peristiwa itu sebagai musibah. Pihak keluarga tidak berencana menempuh langkah hukum terkait pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

"Kemarin pihak keluarga telah mengikhlaskan kepergian (almarhum). Karena terus terang saja dalam hal ini sudah menganggap musibah," ujarnya.

>>> Tampang Pelaku Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, Kronologi dan Fakta Terbaru Kasus Sumarna, Benarkah Masih Dibawah Umur?