Selain itu, penelitian ini juga menyoroti pentingnya kebijakan publik yang mendukung.

Misalnya, insentif bagi produsen untuk mengembangkan produk ramah lingkungan, larangan penggunaan bahan yang sulit didaur ulang, serta kampanye kesadaran masyarakat tentang dampak limbah popok.

Dengan pendekatan holistik, diharapkan jumlah limbah popok yang mencapai 200 juta ton per tahun dapat ditekan secara signifikan.

Para peneliti juga mencatat bahwa perubahan perilaku konsumen sangat penting. Meskipun popok sekali pakai menawarkan kenyamanan, konsumen perlu diedukasi tentang alternatif seperti popok kain atau popok biodegradable.

Namun, mereka mengakui bahwa akses dan biaya menjadi hambatan, sehingga diperlukan subsidi atau program bantuan untuk keluarga berpenghasilan rendah.

Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan peta jalan yang jelas untuk mengurangi limbah popok sekali pakai.

Dengan menggabungkan pengurangan penggunaan, daur ulang yang lebih baik, dan inovasi produk, dunia dapat bergerak menuju sistem yang lebih berkelanjutan.

>>> Setelah Yusril, LBH Bandung Kritik Sayembara Tangkap Begal Dedi Mulyadi

Implementasi yang sukses membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan komitmen jangka panjang dari semua pemangku kepentingan.